Serang (ANTARA) - Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan pangan beras di Kabupaten Serang, Banten, untuk alokasi Juni-Juli 2025 mengalami penurunan signifikan sebanyak 21.587 keluarga.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Mumun Munawaroh, di Serang, Rabu, membenarkan penurunan jumlah KPM dari 85.434 pada 2024 menjadi 63.847 pada tahun ini.
"Penurunan ini disebabkan perubahan sumber data acuan yang digunakan pemerintah pusat," katanya.
Menurut dia, penyebab utama penurunan tersebut adalah perubahan basis data yang digunakan. Jika pada 2024 pemerintah menggunakan data Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dari Kemenko PMK, tahun ini acuannya beralih ke Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dari Kementerian Sosial.
Baca juga: Warga Serang sambut gembira bantuan pangan berupa beras
Meskipun jumlah penerima berkurang, Mumun menegaskan program dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini tetap berjalan. Sebanyak 63.847 KPM yang terdata akan menerima bantuan 20 kilogram beras yang disalurkan sekaligus untuk alokasi dua bulan.
"Total bantuan untuk Kabupaten Serang selama dua bulan ini mencapai 1.276.940 kilogram," tambahnya.
Penyaluran bantuan ini dilaksanakan secara bertahap dari 19 hingga 31 Juli 2025. Secara simbolis, bantuan telah diserahkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Banten serta Bupati Serang Ratu Rachmatu Zakiyah pada 21 Juli.
Salah seorang penerima, Masinah (40), warga Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang mengaku bersyukur atas bantuan yang masih ia terima.
"Terima kasih atas bantuan ini, sangat bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.
Baca juga: Realisasi penyaluran PBP di Serang dan Cilegon capai 70 persen
