Serang (ANTARA) - Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBPPPA) Kabupaten Serang, Banten, mencatat tren kasus kekerasan pada anak di wilayah tersebut meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Kepala DKBPPPA Kabupaten Serang, Encup Suplikah, di Serang, Rabu, mengatakan Januari hingga Juli 2025 mencapai 68 kasus, 10 kasus diantaranya kekerasan terhadap perempuan sementara lainnya terhadap anak, dengan dominan kasus kekerasan seksual.
"Dari Januari hingga Juli 2025 mencapai 68 kasus, ini meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024 yang hanya mencapai 58 kasus," katanya.
Baca juga: Hari Anak Nasional, kolaborasi semua pihak kunci tekan kasus kekerasan anak
Ia mengatakan, peningkatan pelaporan tidak serta-merta menandakan situasi memburuk, melainkan bisa menjadi indikator positif tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk melapor.
"Angka naik belum tentu buruk. Jadi masyarakat kini lebih berani menyampaikan kasus kekerasan yang dialami atau dilihat. Karena tadi anak itu adalah pelapor dan pelopor," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa, pada momentum Peringatan Hari Anak Nasional, tahun ini diikuti oleh 1.510 anak hasil kolaborasi dengan Baznas Kabupaten Serang yang dimanfaatkan untuk menanamkan keberanian anak.
"Kami mendorong anak-anak agar bisa terbuka dan melaporkan bilamana ada kasus perundungan maupun pelecehan di sekitarnya," ujarnya.
Baca juga: DP3AKKB Banten soroti kekerasan anak dan perempuan di lingkungan terdekat
Program sosialisasi juga akan diintensifkan hingga ke tingkat sekolah yang rencananya didanai melalui anggaran perubahan. Tujuannya adalah memberikan pemahaman dini kepada anak mengenai batasan hal yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan.
"Kami juga telah memberikan sosialisasi kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat. Penguatan di dalam keluarga ini harus kuat, karena memang rata-rata pelaku merupakan orang terdekat yang berada di rumah," tambahnya.
Selain itu, Pemkab Serang juga melakukan bimbingan teknis (Bimtek) dan mengoptimalkan wadah yang sudah ada seperti Forum Anak serta Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) untuk membentengi generasi muda.
Baca juga: Hari Anak, Gubernur Banten ajak anak berani coba dan tak tunda pekerjaan
