Tekad Joey Pelupessy dan Patrick Kluivert
Gelandang timnas Indonesia Joey Pelupessy sangat menantikan laga kontra Jepang. Menurutnya, Indonesia saat ini dalam motivasi tinggi setelah meraih dua kemenangan beruntun dari Bahrain dan China, yang sama-sama diakhiri dengan skor 1-0.
"Hal pertama yang membuat saya yakin adalah karena kami punya skuad yang bagus juga. Dua laga terakhir kami menang, itu memberi perasaan positif dan dorongan besar," tutur pemain klub Belgia Lommel SK tersebut, pada jumpa pers pra-pertandingan, Senin, demikian dikutip dari rekaman video yang diterima di Jakarta.
Sementara itu, karena sifat laga yang sudah tak penting lagi, pelatih timnas Indonesia Patrick membuka peluang untuk merotasi pemainnya, namun belum mengonfirmasi apakah benar-benar melakukannya atau tidak.
Yang dipastikan Kluivert adalah timnya sudah menganalisis permainan Jepang ketika takluk 0-1 dari Australia di Stadion Optus, Perth, pada Kamis pekan lalu. Di laga itu, Jepang tampil lebih buruk dari laga pertama melawan Australia di Stadion Saitama, Oktober tahun lalu, yang berakhir 1-1.
Baca juga: Indonesia lolos ke putaran empat kualifikasi Piala Dunia 2026
Di Perth, skuad pelapis Jepang bermain kurang efektif karena melesatkan 13 tembakan yang hanya satu tepat sasaran. Angka ini turun dari 12 tembakan yang menghasilkan tiga tembakan tepat sasaran pada pertemuan pertama.
Umpan pemain Jepang meningkat dari 598 umpan ke 640 umpan, namun efektivitas menyerang mereka justru lebih buruk karena hanya berhasil membuat sentuhan di kotak penalti sebanyak 15 kali, menurun lebih 50 persen dari yang dicatatkan mereka pada pertemuan pertama dengan 34 sentuhan di kotak penalti lawan.
Angka-angka ini membuktikan bahwa permainan Jepang lebih mandul dari sebelumnya. Mereka dominan dengan bola, namun gagal agresif membuat serangan. Dalam arti lain, Jepang sulit menembus barisan pertahanan anak-anak asuh Tony Popovic tersebut.
Kluivert tahu bahwa meladeni Jepang dengan penguasaan bola adalah mustahil. Oleh karenanya, ia menegaskan Indonesia akan bermain dengan "gaya kami sendiri", yang sudah terbukti membuahkan dua kemenangan dengan catatan clean sheets untuk tiga laga pertamanya. Dari dua laga itu, Kluivert menyetel Indonesia kalah dalam menguasai bola, namun efektif dan menggigit ketika menyerang.
Dua kemenangan ini membuatnya memperoleh enam poin di kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga, menyamai total poin dari Shin Tae-yong dalam enam pertandingan. “Ini pertandingan yang serius. Kami bermain tandang melawan pemuncak klasemen grup yang sudah lolos ke Piala Dunia," kata pelatih asal Belanda tersebut pada jumpa pers.
Baca juga: Erick Thohir bicara soal pencapaian Timnas Indonesia
Tantangan terbesar untuk Indonesia adalah tekad Jepang yang ingin memberikan kesan manis di babak kualifikasi, di kandangnya sendiri, sebelum berlaga di Piala Dunia 2026, Juni tahun depan.
Negeri Matahari Terbit itu tak pernah kalah ketika bermain di hadapan pendukungnya sendiri dalam 14 pertandingan. Kekalahan terakhir mereka terjadi saat dibungkam Kolombia 1-2 dalam laga persahabatan pada bulan Maret 2023 di Stadion Yodoko Sakura. Itu terjadi tiga bulan setelah mereka disingkirkan Kroasia pada babak 16 besar Piala Dunia 2022 di Qatar.
"Ini pertandingan terakhir (di kualifikasi Piala Dunia 2026). Saya ingin menyampaikan pesan bahwa tim kami paling kuat. Sebagai tim kami akan menikmatinya," kata Endo.
Dan, pertandingan melawan Jepang sudah di depan mata. Siapa pun pemain yang diturunkan, apapun formasi yang dipakai, yang lebih penting adalah pembuktian bahwa level Indonesia sudah bukan "anak bawang" lagi di hadapan sang raksasa Asia.
Bermain lepas dan jangan lupakan cakar tajammu, Garuda! Sudah waktunya bermain lebih berani, lebih melawan, dan lebih menyulitkan lawan. Mulai laga dengan kepala tegak, percaya diri, dan penuh kebanggaan. Seperti kata Wiji Thukul dalam puisinya, "Hanya ada satu kata: lawan!".
Baca juga: Ole Romeny, ibu dan gol kemenangan Timnas Indonesia
