Lebak (ANTARA) - Penjualan takjil selama Ramadhan 1446 Hijriah di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dinilai dapat membantu pendapatan ekonomi keluarga.
"Kita sangat terbantu pendapatan ekonomi keluarga ," kata Aminah (45) seorang pedagang takjil di Jalan Multatuli Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Kamis.
Para pedagang takjil di sini dipadati pembeli mulai pukul 14.00 WIB sampai 17.00 WIB, hingga menimbulkan kemacetan lalu lintas di ruas Jalan Multatuli Rangkasbitung.
Puluhan pedagang takjil di sekitar ruas Jalan Multatuli Rangkasbitung berjualan di bawah tenda plastik.
"Kami berjualan takjil itu hasil produksi sendiri dengan harga bervariasi mulai Rp2.000 sampai Rp50 ribu," ujarnya.
Baca juga: BI Banten buka layanan penukaran uang baru di 52 loket
Aminah berjualan takjil dengan modal Rp1,2 juta, dan bisa meraup keuntungan Rp400 ribu per hari.
"Kami berjualan makanan takjil itu hanya setiap bulan Ramadhan saja dan dapat membantu ekonomi keluarga. Kami hari-hari biasa sebagai pedagang makanan di sekolah," tuturnya.
Imam (55) seorang pedagang sop durian di Rancalintah Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku dirinya merasa kewalahan melayani pembeli untuk minuman berbuka puasa.
Sop durian dijual dengan harga Rp10 ribu per gelas, dan bisa meraup keuntungan Rp1,2 juta per hari.
"Kami sudah biasa berjualan sop durian pada bulan Ramadhan karena pembelinya cukup banyak," katanya.
Baca juga: BPOM Serang sidak sejumlah pasar, temukan minuman positif Rhodamin B
Sutinah (45) seorang pedagang takjil di Jalan Sunankalijaga Rangkasbitung mengaku aneka makanan, minuman, asinan dan gorengan habis terjual karena banyak pembeli.
Di antara para pembeli itu, terdapat pengendara angkutan dan kendaraan pribadi yang hendak melanjutkan perjalanan ke Bogor dan Tangerang.
"Kami berjualan enam hari Ramadhan bisa meraup keuntungan Rp350 ribu per hari dengan modal Rp1 juta," ujarnya.
Baca juga: Disperindag Banten telusuri penyebab lonjakan harga cabai rawit
Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suangsa mengatakan sebagian besar pedagang takjil itu merupakan pelaku UMKM binaan pemerintah daerah setempat.
Mereka berjualan aneka makanan mulai kuliner, sayur mayur, lauk pauk, daging, kolak, nasi merah, gado-gado, asinan, jus es, bubur sumsum dan minuman manis.
Selain itu, pedagang takjil juga menjual makanan tradisional seperti bugis, dadargulung, papais, pasung, jojorong, dan kroket.
"Sebagian besar pedagang takjil itu para pelaku UMKM binaan pemerintah daerah setempat guna meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga," katanya.
Baca juga: Pemkab Tangerang buka pendaftaran mudik gratis dengan 2.500 kuota
