Tangerang (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, Banten, menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) edisi Ramadhan pada tanggal 4-24 Maret 2025 yang akan berlangsung di 13 kecamatan secara bergantian.
Kepala DKP Kota Tangerang Muhdorun, di Tangerang, Senin, mengatakan dalam kegiatan ini Pemkot Tangerang menyediakan sembako beras premium 5 kg dengan harga Rp70 ribu, Minyakita Rp17 ribu/liter, gula 1 kg Rp17.500, tepung 1 kg Rp12 ribu, hingga paket minyak, beras dan gula seharga Rp104 ribu.
"Manfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan berbagai bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Catat tanggalnya jangan sampai ketinggalan, untuk belanja hemat di bulan penuh berkah ini," kata Muhdorun dalam keterangannya.
Jadwal GPM edisi Ramadhan, yakni Selasa, 4 Maret 2025 di Jalan Masjid Raya, RW 07, Kelurahan Larangan Selatan. Rabu, 5 Maret 2025 di halaman Kantor Kelurahan Karang Timur.
Kamis, 6 Maret 2025 di halaman Kantor Kelurahan Sudimara Selatan, Jumat, 7 Maret 2025 di halaman Kantor Kecamatan Pinang, Senin, 10 Maret 2025 di halaman Kantor Kecamatan Cipondoh.
Baca juga: Uji nutrisi tanah, DKP Kota Tangerang gunakan teknologi internet
Selasa, 11 Maret 2025 di Lapangan Segitiga (Depan Masjid Al Hidayah), Rabu, 12 Maret 2025 di halaman Kantor Kecamatan Cibodas, Kamis, 13 Maret 2025 di halaman Kantor Kecamatan Jatiuwung.
Senin, 17 Maret 2025 di halaman Kantor Kelurahan Bojong Jaya, Selasa, 18 Maret 2025 di halaman Kantor Kelurahan Pajang,
Rabu, 19 Maret 2025 di halaman Kantor Kelurahan Poris Gaga Baru. Kamis, 20 Maret 2025 di halaman GOR Neglasari, Senin, 24 Maret 2025 di halaman Kantor Kecamatan Periuk.
Sebelumnya Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menjamin ketersediaan sembako jelang Ramadhan hingga Lebaran.
Ia menjelaskan ketersediaan stok serta kestabilan harga pangan tersebut sangat penting agar kebutuhan masyarakat dapat senantiasa tercukupi khususnya di periode Ramadhan hingga Idul Fitri.
Dia pun mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak 'panic buying', sehingga diharapkan dapat turut menjaga kestabilan harga di pasar.
"Kepada masyarakat, silakan memanfaatkan program ini sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Insya Allah pasokan pangan aman," katanya lagi.
Baca juga: 60 KWT Kota Tangerang diberi pelatihan penanganan pascapanen