Tangerang (AntaraBanten) - Mahasiswa Universitas Budi Luhur (UBL) melaksanakan kegiatan Kampanye "Kampus Bebas Sampah" dengan melibatkan warga.

Kasih Hanggoro selaku Ketua Badan Pelaksana Harian Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti di Tangerang, Kamis, mengatakan, kegiatan ini merupakan implementasi yang sudah dicanangkan sejak tahun 2012.

"Sesuai dengan motto kampus yakni green and clean serta mendorong mahasiswa menjadikan sampah bukan sebagai sesuatu yang menjijikan tetapi dapat diolah lebih baik," katanya.

Prof Suryo Hapsoro selaku Rektor Universitas Budi Luhur menambahkan, sampah yang berasal dari mahasiswa akan diolah menjadi suatu produk yang bernilai.

Hal tersebut bertujuan untuk membuat mahasiswa peduli akan arti pentingnya memperlakukan sampah dengan baik dan benar.

"Maka itu, kegiatan yang pertama diadakan di internal kampus, mengajak mahasiswa agar bisa berperan aktif dan menjadi motivasi bagi mahasiswa," katanya.

Kegiatan kampanye "Kampus Bebas Sampah" dilakukan dengan mengajak ibu - ibu PKK dengan mengikuti acara seminar, fashion show dari bahan baku sampah, penampilan musik dari perkakas dapur serta lomba Reuse sampah.

Panitia pelaksana, Hakim mengatakan, untuk kegiatan lomba reuse sampah diikuti oleh mahasiswa dengan sistem mengolah sampah di lingkungan kampus.

Peserta yang awalnya ditargetkan terdiri dari 11 kelompok dengan masing - masing grup terdiri dari tiga orang, ternyata mencapai 35 kelompok.

Hadiah yang diberikan bagi pemenang yakni berupa voucher beasiswa pendidikan untuk pembayaran kuliah semester Genap tahun ajaran 2013/2014.

"Animo mahasiswa untuk ikut lomba mengolah sampah sangat besar. Ternyata, dengan adanya wadah, mahasiswa mau untuk berbuat dan mengolah sesuatu yang tidak berguna menjadi bernilai," katanya.

Sementara itu, produk yang dihasilkan mahasiswa dan masuk dalam tiga besar serta juara yakni Black Furniture, produk Multi function dan tas wanita.

Sedangkan untuk kegiatan seminar, dihadirkan pembicara yakni ketua Bank Sampah Perumahan Griya Permai Kota Tangerang, Sri Rahayu yang juga dosen UBL. Serta Komunitas Lumintu Tangerang, Solihin.

Sebelum acara ditutup, seluruh mahasiswa dan panitia serta dosen, melaksanakan kegiatan operasi semut dengan mengumpulkan sampah di sekitar kampus.   

"Kita ingin, sampah yang dihasilkan oleh mahasiswa, tidak begitu saja dibuang tetapi diletakan untuk nantinya dimanfaatkan dengan diolah," kata Kepala Humas UBL, Linda Islami.


: Ganet Dirgantara

COPYRIGHT © ANTARA 2026