Lebak (ANTARA) - ‎Sejumlah petani cabai di Kabupaten Lebak, Banten meraup keuntungan saat musim kemarau panjang, karena harga pasaran relatif baik dan permintaan pasar cukup tinggi.

‎"Kami sudah memanen delapan kali dengan menghasilkan sekitar 1 ton dan harga Rp45.000 per kilogram (kg) maka dikalkulasikan Rp45 juta," kata Musa (55), seorang petani cabai di Blok Sangiang Tanjung Kabupaten Lebak, Minggu.

‎Pertanian cabai rawit oranye atau cabai setan miliknya seluas 2 500 meter persegi di lahan darat dengan nilai investasi sekitar Rp20 juta dan bisa menghasilkan keuntungan Rp60 juta.

‎Ia mengatakan cabai miliknya itu hingga kini masih menghasilkan panen dan biasanya sampai 15 kali.

Baca juga: Harga cabai di Lebak naik Rp300-Rp500 per kg

‎Menurut dia, usaha pertanian cabai sebagai alternatif menyusul tibanya musim kemarau panjang, sehingga dapat menghasilkan pendapatan ekonomi, terlebih di wilayahnya tidak memiliki sumber air.

‎Para  petani memilih pertanian cabai dengan masa waktu panen selama 90- 100 hari setelah tanam.

‎"Kami sudah biasa jika musim kemarau panjang beralih ke pertanian cabai dibandingkan pertanian padi pangan yang membutuhkan banyak pasokan air," katanya menjelaskan.

‎Roup (50) seorang petani cabai mengaku dirinya mengembangkan cabai merah keriting itu seluas 1.500 meter persegi dan sudah dua kali panen dengan menghasilkan 150 kilogram .

‎Sedangkan, harga cabai merah keriting ditampung Rp50.000 per kg, sehingga dikalkulasikan baru menghasilkan pendapatan Rp7,5 juta.

Baca juga: Atasi krisis air dampak kemarau, Polda Banten kerahkan water cannon

‎Panen cabai merah keriting dari Jawa Tengah itu usia 85 hari setelah tanam hingga mencapai 120 hari bisa dipanen hingga 10 kali.

‎"Kami memperkirakan pendapatan ekonomi hasil panen cabai bisa mencapai Rp50 juta dengan modal biaya produksi Rp20 juta," katanya menjelaskan.

‎Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dodi Hermawan mengatakan, para petani di daerah itu jika musim kemarau kebanyakan beralih dari tanaman pangan ke tanaman sayuran, termasuk cabai karena tidak banyak menggunakan pasokan air.

‎"Di musim kemarau para petani memasok sayuran dan cabai hingga puluhan ton ke sejumlah pasar tradisional di Banten dan DKI Jakarta dengan perputaran uang hingga ratusan juta per hari," katanya menjelaskan.

Baca juga: Pemkab Tangerang salurkan air bersih atasi dampak kekeringan



Pewarta: Mansyur suryana
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026