Serang (ANTARA) - Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, warga Perumahan Taman Ciruas Permai, Kabupaten Serang, Banten, bergotong royong membentangkan hiasan bendera merah putih sepanjang 120 meter di lingkungan mereka.

Pemasangan bendera panjang tersebut merupakan bagian dari kreativitas warga di kawasan Blok C, Desa Pelawad, Kecamatan Ciruas, yang secara swadaya dan antusias menyulap lingkungannya menjadi bernuansa kemerdekaan. Warga setempat, Wahyudi, di Serang, Selasa, mengatakan bahwa proses pengerjaan dekorasi lingkungan itu telah dilakukan selama satu bulan penuh. Kekompakan terlihat dari keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda, hingga anak-anak.

"Kami memasang hiasan bendera merah putih sepanjang 120 meter, membuat ornamen photo booth bertema kemerdekaan, menghias jalan aspal, hingga membuat pot bunga dari botol plastik bekas. Kalau malam, lingkungan kami juga meriah dihias dengan lampu-lampu," tuturnya.

Baca juga: Upacara peringatan HUT RI, Istana siapkan tenda tambahan untuk penonton

Totalitas warga dalam menghias lingkungannya tersebut didorong oleh ajang perlombaan kebersihan, keindahan, dan kerapihan (K3) antar-gang di wilayah tersebut.

Ketua RT 03/RW 06 Desa Pelawad, Arman, menjelaskan bahwa perlombaan yang diikuti oleh delapan gang ini telah menjadi agenda rutin tahunan untuk memupuk semangat gotong royong masyarakat.

"Motivasinya untuk merukunkan dan mengguyubkan warga. Yang tadinya tidak keluar rumah atau sibuk masing-masing, sekarang menjadi guyub dan rukun," kata Arman.

Baca juga: Cek kesehatan di Amerika Serikat, SBY tak hadiri HUT RI di Istana Merdeka

Saking tingginya antusiasme dan kekompakan warga, Arman menyebutkan bahwa setiap gang rela merogoh kocek secara swadaya hingga Rp15 juta demi mewujudkan konsep dekorasi kemerdekaan yang unik dan meriah. Meskipun menelan biaya belasan juta, ia menegaskan tidak ada satu pun warga yang merasa keberatan dengan iuran kolektif tersebut.

Terkait perlombaan, proses penilaian telah dilakukan dengan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), yakni camat, Danramil, dan Kapolsek setempat. Adapun kriteria utama yang dinilai meliputi keindahan, kebersihan, dan kerapihan lingkungan.

Nantinya, pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada malam puncak perayaan tanggal 23 Agustus mendatang. Panitia telah menyiapkan apresiasi berupa hadiah uang tunai sebesar Rp1 juta untuk juara I, Rp750 ribu untuk juara II, dan Rp500 ribu untuk juara III.

"Bagi gang yang tidak mendapatkan juara tetap kami apresiasi, masing-masing diberikan dua ekor bebek mentok," ucapnya.

Baca juga: Pedagang bendera musiman menjamur di jalan protokol Rangkasbitung



Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026