Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten menyalurkan bantuan makanan pendamping air susu ibu (ASI) untuk anak yang teridentifikasi stunting atau kekerdilan akibat gagal tumbuh.
 
 "Bantuan makanan pendamping itu agar mereka terbebas dari stunting,"kata Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak serta Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Kabupaten Lebak Tuti Nurasiah di Lebak, Rabu.
 
Pemerintah Kabupaten Lebak melakukan intervensi melalui penyaluran bantuan makanan pendamping ASI agar anak-anak yang teridentifikasi stunting bisa terbebas dari tubuh kerdil dan pendek, sebab stunting bisa menghambat sumber daya manusia (SDM) anak bangsa, karena daya pikir mereka mengalami keterlambatan.

Baca juga: Lebak komitmen atasi stunting dan kemiskinan ekstrem
 
Selain itu, jika mereka tumbuh dewasa sangat berpeluang mengalami diabetes melitus, darah tinggi atau hipertensi dan penyakit jantung. "Kita bersemangat agar Lebak ke depan tidak ada lagi ibu melahirkan anak stunting untuk menyambut generasi emas tahun 2045," kata Tuti.
 
Ia mengemukakan penyaluran bantuan makanan pendamping ASI itu, antara lain biskuit, roti, susu, vitamin, dan lainnya untuk anak yang teridentifikasi stunting sebanyak 3.734 anak atau 3,38 persen.
 
Selain itu, juga ada bantuan makanan dan vitamin untuk ibu hamil dan keluarga risiko stunting (KRS) sebanyak 13.876 orang.
 
"Kami meyakini tahun 2024, Lebak bisa terbebas dari stunting," katanya.

Baca juga: Tekan stunting, PKK Kota Tangerang gelar pengenalan pangan bergizi
 
Camat Rangkasbitung, Kabupaten Lebak Zakaria mengatakan pihaknya akan menuntaskan penanganan stunting di Desa Mekarsari, karena jumlah kasus anak tengkes cukup banyak di daerah itu.

"Semua anak stunting mendapatkan bantuan makanan pendamping ASI dan dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh petugas puskesmas setempat," ujarnya.
 
 
Sementara itu, Aryani (35), warga MC Rangkasbitung Timur, Kabupaten Lebak mengaku dirinya senang dan lega setiap bulan menerima makanan pendamping ASI untuk anaknya yang mengalami stunting.
 
Bantuan makanan itu, kata dia, sangat membantu untuk peningkatan status gizi dan pertumbuhan tubuh agar terbebas dari tengkes. "Kami tidak menyangka anak ketiganya pada usia 1,5 tahun mengalami stunting akibat tidak mau makan dan kini mulai membaik kondisi tubuhnya usai ada bantuan makanan pendamping ASI," kata Aryani.

Baca juga: Dinkes Kota Tangerang imbau warga lapor jika imunisasi anak dipungut biaya

Pewarta: Mansyur suryana

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2024