Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, mengajukan bantuan benih kepada Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meningkatkan produksi pangan dan ekonomi petani di daerah itu.
 
"Kami berharap bantuan benih dari Kementan itu bisa direalisasikan pada Maret 2024 untuk mendukung gerakan penanaman padi," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Lebak, Minggu .
 
Pemerintah Kabupaten Lebak berkomitmen untuk meningkatkan produksi pangan dengan mengajukan bantuan benih kepada Kementan untuk kelompok tani, sekaligus peningkatan ekonomi mereka.
 
Penyaluran bantuan benih itu nantinya dilakukan secara bertahap dan mereka mendapatkan benih sebanyak 25 kilogram per petani untuk areal seluas 1 hektare.
 
"Semua bantuan benih itu bersertifikasi hijau dengan masa panen 110 hari setelah tanam," katanya.

Baca juga: Pemkab Lebak salurkan benih ikan tawar guna dukung gemar makan ikan
 
Menurut dia, penyaluran benih itu secara gratis dan diberikan kepada petani yang tergabung dalam kelompok tani di Kabupaten Lebak.
 
Bantuan benih adalah padi nutrizinc 6.427 hektare, padi inbrida 13.372 hektare dan padi lahan kering atau padi gogo seluas 2.300 hektare.
 
Penyaluran benih padi nutrizinc untuk mendukung program penuntasan kasus balita stunting atau kekerdilan akibat gagal tumbuh," katanya.
 
"Kami berharap bantuan benih itu dapat mendongkrak peningkatan produksi pangan masyarakat, terlebih tahun 2023 dilanda kemarau panjang," katanya

Baca juga: Harga gabah di Lebak kembali naik
 
Ia mengatakan, saat ini, pertanian pangan di Kabupaten Lebak menjadi andalan ekonomi masyarakat mulai petani, buruh tani, buruh panggul, penampung hingga pedagang beras.
 
.Saat ini harga gabah kering pungut (GKP) menembus Rp8.000 per kilogram, sehingga petani bisa meraup keuntungan cukup besar jika produktivitas 6 ton per hektare bisa menghasilkan pendapatan Rp48 juta per hektare.
 
Dari pendapatan Rp48 juta itu dipastikan petani bisa meraup keuntungan bersih Rp33 juta setelah dipotong dengan biaya produksi Rp15 juta.
 
"Kami berharap bantuan benih itu nantinya dapat meningkatkan produksi pangan masyarakat dan kesejahteraan petani,"katanya.
 
Sementara itu, anggota Kelompok Tani Katineung Desa Cikatapis Kabupaten Lebak Yadi (65) berharap bantuan benih itu disalurkan tepat jadwal penanaman pada Maret 2024.
 
"Kami merasa lega jika pemerintah daerah akan menyalurkan bantuan benih untuk meringankan beban ekonomi petani," katanya.

Baca juga: BPBD Lebak nilai Pemilu 2024 lancar tanpa terjadi bencana alam

Pewarta: Mansyur suryana

Editor : Bayu Kuncahyo


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2024