Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengapresiasi semua pihak atas upaya pengendalian inflasi dengan ketersediaan barang yang terjaga serta harga yang stabil sehingga angka inflasi tahun ke tahun daerah itu pada Maret 2023 mencapai 4,17 persen.

"Saya mengikuti rapat meskipun terpisah. Inflasi kita di kepala 4, ini cukup baik. Karena itu adalah bagian dari agenda kerja usaha semua pihak," kata Al Muktabar di Serang, Selasa.

Baca juga: Kepala BPKAD Banten masuk 10 besar nominator Anugerah Tinarbuka KI Pusat

"Itu bagian dari langkah bersama kita Pemprov Banten dan kabupaten/kota," kata Al Muktabar menambahkan.

Dikatakan Al Muktabar, pihaknya mengapresiasi kerja luar biasa para bupati/wali kota dalam pengendalian inflasi.

"Mudah-mudahan ini terus kita tingkatkan langkah-langkah itu karena kita masih menghadapi di situasi lebaran," kata Al Muktabar.

Menurutnya, saat dirinya melakukan pemantauan pasokan barang kebutuhan pokok serta harganya, kondisi di pasaran cukup stabil.

"Mudah-mudahan ini dapat kita pelihara. Kita tidak bisa berpuas diri, kita harus terus bekerja," katanya.

Memasuki bulan Ramadan 1444 H/2023 M, angka inflasi di Provinsi Banten relatif terkendali bahkan masih di bawah angka inflasi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, pada bulan Maret 2023 angka inflasi year on year (yo) di Provinsi Banten mencapai 4,17 persen, lebih rendah dari rata-rata Nasional yang mencapai 4,97 persen.

Kepala BPS Provinsi Banten Dody Herlando mengatakan terjadi peningkatan daya beli masyarakat di bulan Ramadan. Namun hal itu bisa dikendalikan dengan baik, sehingga angka inflasi yang diperoleh masih cukup baik.

“Bahkan dari 26 Kota yang ada di Pulau Jawa, dilihat dari angka inflasi dari bulan ke bulan (month to month) Kota Serang mengalami deflasi sebesar -0,14 persen, atau berada pada posisi kedua terendah setelah Bandung,” katanya.

Pewarta: Mulyana

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2023