Lebak (ANTARA) - Harga komoditas beras kualitas medium di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Lebak, Banten, dalam beberapa hari terakhir mengalami penurunan tipis berkisar antara Rp100 hingga Rp200 per kilogram, seiring dengan pasokan yang melimpah.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak Yani di Lebak, Selasa, mengatakan penurunan harga beras kualitas medium di tingkat pengecer karena pasokan melimpah. Meski musim kemarau panjang, namun panen masih berlangsung hingga Agustus mendatang.
Berdasarkan data Disperindag Kabupaten Lebak, harga beras medium KW 1 di tingkat pedagang eceran di sejumlah pasar tradisional turun dari Rp13.500 per kilogram (kg) menjadi Rp 13.400 per kg, beras medium KW 2 dari Rp12.900 per kg menjadi Rp12.800 per kg, dan beras medium KW 3 dari Rp2100 per kg menjadi Rp11.900 per kg.
Baca juga: Produksi gabah di Lebak Januari-Juni tembus 475.348 ton
Selain itu harga gula pasir putih juga turun dari Rp21 ribu per kg menjadi Rp20 ribu per kg, daging sapi Rp144.500 per kg menjadi Rp144.300 per kg, daging kerbau Rp147.300 per kg menjadi Rp 147.000 per kg dan telur Rp27.000 per kg menjadi Rp26.000 per kg.
Begitu juga harga cabai turun untuk jenis cabai merah keriting dari Rp44.500 per kg menjadi Rp 41.900 per kg, cabai hijau Rp60.000 per kg menjadi Rp 55.500 per kg, cabai rawit merah besar Rp50.500 per kg menjadi Rp49.500 per kg dan cabai rawit hijau dari Rp59.500 per kg menjadi Rp55.000 per kg.
Selain itu juga bawang merah turun menjadi Rp 47.000 per kg dibandingkan sebelumnya Rp48.500 per kg dan bawang putih Rp37.000 per kg dari sebelumnya Rp38.500 per kg.
Sementara itu, sejumlah bahan pokok lainnya relatif stabil, seperti minyak goreng premium Rp20.800 per liter, minyak goreng non merk Rp 17.700 per liter, dan MinyaKita Rp17.700 per liter.
Baca juga: Serapan gabah Bulog Lebak-Pandeglang lampaui target
Harga daging unggas Rp37.000 per kg, kacang kedelai impor Rp16.200 per kg, kacang lokal Rp 14.000 per kg dan terigu Rp 12.800 per kg.
"Kami terus melakukan pemantauan dan pendataan agar komoditas bahan pokok relatif stabil dan tidak terjadi lonjakan harga di pasaran," kata Yani.
Samun (50), seorang pedagang bahan pokok di Pasar Rangkasbitung Kabupaten Lebak, mengatakan omzet relatif stabil meski harga beras terjadi penurunan.
"Kami meyakini dalam beberapa pekan ke depan harga beras medium terjadi penurunan, karena beberapa daerah memasuki musim panen padi," katanya.
Baca juga: Stok beras Bulog Lebak-Pandeglang melimpah hingga 25 ribu ton
Pewarta: Mansyur suryanaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.