Serang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten, fokus membenahi kawasan kumuh seluas 10,06 hektare yang tersebar di lima wilayah prioritas guna meningkatkan kualitas permukiman dan kesehatan warga di daerah tersebut.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Serang Okeu Oktaviana, di Serang, Selasa, mengatakan bahwa lima wilayah yang menjadi fokus penataan kawasan kumuh tersebut secara intensif meliputi Kecamatan Pontang, Lebakwangi, Ciruas, Tirtayasa, dan Tanara.

Langkah penataan ini menjadi salah satu capaian nyata dalam satu tahun masa kepemimpinan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Wakil Bupati Muhammad Najib Hamas melalui pengembangan kawasan perdesaan prioritas.

Baca juga: Bupati Serang alihkan dana fasilitas jabatan untuk RTLH dan ambulans desa

Ia mengatakan penataan di lima wilayah tersebut dilakukan menggunakan pendekatan terpadu, yang menyentuh aspek fisik lingkungan sekaligus aspek sosial dan ekonomi masyarakat.

"Penanganan kawasan kumuh tidak sekadar memperbaiki jalan lingkungan atau drainase, tetapi juga mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat di wilayah tersebut," kata Okeu.

Sebagai bagian dari penataan lingkungan kumuh yang komprehensif di wilayah-wilayah prioritas itu, Pemkab Serang menghadirkan pemenuhan infrastruktur dasar. Hal ini mencakup penyediaan sarana air bersih di 21 titik lokasi, pengolahan air limbah domestik dan drainase perkotaan di 16 titik, hingga perbaikan 457 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Okeu menegaskan bahwa ketersediaan air bersih menjadi urat nadi dalam penataan ini karena berkaitan erat dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat di lokasi sasaran yang aksesnya selama ini masih terbatas.

Baca juga: Disperkimtan Kota Tangerang percepat perbaikan 100 rumah tak layak huni

Selain infrastruktur dasar hunian, penataan lima kawasan ini juga diintegrasikan dengan mitigasi bencana banjir. Pemkab Serang telah menormalisasi sungai sepanjang 4 kilometer di lima titik serta membangun perkuatan tebing sungai (bronjong) di tiga kecamatan agar aliran air tidak meluap ke permukiman warga saat musim hujan.

Fokus penataan di lima wilayah kumuh ini turut mendapatkan dukungan penuh dari pihak legislatif. Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang Roni Johan mengapresiasi langkah konkret Pemkab Serang yang menyasar langsung persoalan dasar warganya.

"Ini kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Penataan kawasan kumuh dan normalisasi sungai di wilayah tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas hidup warga. Kami dari DPRD tentu akan terus mendukung program percepatan pembangunan daerah ini," kata Roni.

Baca juga: Tahun ini, Pemkab Lebak programkan bedah 1.122 rumah



Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026