Tangerang (ANTARA) - Sejumlah akademisi dari Indonesia dan Malaysia menggelar kegiatan coaching dan kolaborasi riset internasional dalam rangka penguatan publikasi ilmiah pada jurnal terindeks Scopus dan jadi forum strategis untuk memperkuat jejaring akademik lintas negara.

Wakil Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Muhtadi di Tangerang, Banten, Jumat mengatakan kegiatan kolaboratif semacam ini sangat penting untuk memperkuat budaya akademik dan produktivitas publikasi dosen di tingkat internasional.

“Kolaborasi riset Indonesia dan Malaysia menjadi ruang strategis untuk saling menguatkan kapasitas akademik, terutama dalam meningkatkan kualitas artikel ilmiah agar mampu bersaing di jurnal bereputasi internasional,” ujarnya.

Baca juga: Akademisi usul penggabungan lembaga HAM jadi satu tingkat nasional

Sementara itu Wakil Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Asep Shodiqin menegaskan publikasi internasional tidak hanya menjadi tuntutan akademik, tetapi juga bagian dari kontribusi keilmuan bagi masyarakat global.

“Riset yang baik harus mampu memberikan dampak yang luas. Karena itu kolaborasi lintas negara seperti ini penting untuk memperkaya perspektif penelitian, sekaligus memperluas jejaring akademik internasional,” katanya.

Pemimpin Redaksi International Journal of Islamic Thought (IJIT) UKM Prof. Ahmad Sunawari Long dari Universiti Kebangsaan Malaysia menambahkan penguatan kolaborasi akademik regional menjadi langkah penting dalam membangun tradisi riset yang unggul dan berkelanjutan.

Menurutnya, jurnal internasional bereputasi tidak hanya membutuhkan kualitas metodologi penelitian, tetapi juga jejaring kolaboratif yang kuat antar-peneliti lintas negara.

“Melalui coaching dan kolaborasi seperti ini, kami berharap lahir lebih banyak artikel berkualitas dari akademisi Indonesia dan Malaysia yang mampu bersaing di tingkat internasional serta memberikan dampak bagi masyarakat luas,” ungkapnya.

Baca juga: P2KM UIN Jakarta tekankan literasi digital orang tua pada PP Tunas

Kepala Pusat Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) UIN Jakarta Dr. Deden Mauli Darajat menambahkan kolaborasi ini difokuskan pada penguatan metodologi penelitian, strategi penulisan artikel ilmiah, pemetaan jurnal bereputasi internasional, serta pengembangan riset kolaboratif multidisipliner.

Dalam sesi coaching, para peserta mendapatkan pendampingan mengenai teknik penyusunan artikel ilmiah yang memenuhi standar jurnal internasional bereputasi, termasuk strategi meningkatkan sitasi, pengelolaan referensi akademik, hingga penguatan novelty penelitian.

Kegiatan ini juga menjadi wadah diskusi terkait tren publikasi global dan tantangan akademisi Asia Tenggara dalam menembus jurnal-jurnal bereputasi internasional, seperti Scopus.

"Kegiatan coaching dan kolaborasi riset ini menjadi bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi melalui publikasi ilmiah berkualitas, pengembangan riset kolaboratif, serta peningkatan kapasitas akademisi dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan tinggi global," katanya.

Baca juga: Akademisi Indonesia kunjungi Turki terkait penguatan Islam Wasathiyah

Pewarta: Achmad Irfan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026