Serang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Serang, Provinsi Banten menyiapkan bantuan benih padi bagi lahan sawah seluas 2.175 hektare yang terdampak banjir di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Suhardjo, di Serang, Rabu, mengatakan bahwa dari total luas sawah terdampak, sebanyak 519 ha di antaranya dinyatakan puso atau gagal panen.
Namun, berbeda dengan kebijakan tahun sebelumnya, bantuan tahun ini tidak hanya menyasar lahan puso, melainkan seluruh lahan yang terdampak banjir.
"Upaya tercepatnya, semua yang terdampak kita ajukan bantuan benih. Per hektare itu 25 kilogram benih dikalikan 2.175 hektare, itu yang akan kita ajukan ke Kementerian Pertanian," katanya.
Baca juga: Banjir rendam 2.093 hektare sawah, Pemprov Banten siapkan bantuan benih
Suhardjo menjelaskan, percepatan bantuan ini dilakukan agar petani bisa segera melakukan tanam kembali selagi curah hujan masih mendukung. Langkah ini dinilai krusial untuk mengejar target produksi pangan dan mendukung target ekspor nasional tahun 2026, di mana Banten saat ini menempati urutan ke-8 nasional sebagai lumbung pangan.
Pihaknya memastikan proses pengajuan bantuan dilakukan segera tanpa harus menunggu anggaran tahun depan.
"Hari ini saya teken permohonannya, jadi tidak harus menunggu tahun depan. Kami berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama bantuan benih tersebut segera turun," ujarnya.
Terkait biaya pengolahan lahan kembali, Suhardjo mengakui bahwa Pemkab Serang saat ini belum memiliki anggaran khusus untuk biaya operasional tersebut, sehingga bantuan difokuskan pada penyediaan benih.
Baca juga: Pemprov Banten komitmen jaga lahan tani di tengah investasi
Selain benih, DKPP Kabupaten Serang juga mengantisipasi serangan hama pascabanjir, khususnya hama keong. Pihaknya telah menyiapkan obat pembasmi hama yang dapat diakses oleh petani melalui koordinasi dinas.
"Kami sudah menyiapkan racun untuk pembasmi keong dan sebagainya. Antisipasi ini penting agar hasil panen di tahun 2026 bisa tercapai dengan baik," tambahnya.
Sebagai langkah jangka panjang, DKPP akan menelusuri penyebab utama banjir yang merendam area persawahan, baik itu akibat pendangkalan sungai maupun kerusakan jaringan irigasi.
Hasil penelusuran tersebut nantinya akan diusulkan kepada Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3) serta Dinas PUPR Provinsi Banten dan Kabupaten Serang untuk dilakukan rehabilitasi saluran.
Baca juga: Dinas Pertanian Lebak catat 269 hektare sawah terendam banjir
Pewarta: Desi Purnama SariEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026