Tangerang (ANTARA) - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengirimkan sebanyak 219 personel yang terdiri dari tim medis, Samapta, K9 dan Brimob untuk perkuat bantuan evakuasi pada penanganan korban bencana alam banjir bandang di daerah Sumatra Utara (Sumut).
Ratusan personel Polri ini dilakukan pelepasan melalui Terminal Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten dengan menggunakan pesawat komersil pada Senin sore.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Tangerang mengatakan bahwa pelepasan ratusan personel tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam upaya penguatan proses evakuasi korban fase pascabencana.
"Jadi Polri, melalui Polda Sumatera Utara nanti akan menerima personel-personel yang memiliki kompetensi dari satuan Brimob, kemudian dari Sabhara, kemudian juga dari DVI. Juga teman-teman dari semua unsur yang dibutuhkan kompetensinya untuk memitigasi bencana alam," terangnya.
Baca juga: Polda Banten kirim bantuan kemanusiaan ke provinsi terdampak bencana
Ia mengungkapkan, dari 219 personel yang diterjunkan ini masing-masing akan ditugaskan untuk tiga polda terdampak dan tim unit anjing pelacak K9 dikerahkan khusus untuk memperkuat pencarian korban.
"Harapannya adalah semua personel ini bisa bermanfaat dalam rangka pascabencana alam, dan kemudian masyarakat juga bisa merasakan khususnya dalam mencari para korban," ujarnya.
Trunoyudo bilang, personel Polri khusus dari tim Pusdokkes yang bertugas akan menangani kebutuhan kesehatan, identifikasi korban ante-mortem dan post-mortem, serta dukungan trauma healing dengan bagi para korban bencana.
Baca juga: Korban meninggal bencana di tiga wilayah Sumatera jadi 442 jiwa
"Dengan kompetensi-kompetensi memitigasi baik itu dari layanan trauma healing, kesehatan, mencari korban, dan pencarian juga turut serta turun, dan ini harapannya untuk mempercepat dalam proses mitigasi bencana alam, khususnya di Polda Sumut dan menyusul nanti untuk Sumatera Barat dan Polda Aceh," terangnya.
Selain bantuan personel, dalam hal ini Polri juga telah mengirimkan 3,8 ton bantuan logistik baik itu perlengkapan kebutuhan makanan untuk para kaum rentan seperti ibu, anak, lansia, dan juga seluruhnya yang menjadi korban.
"Kebutuhan bahan pokok penting dalam bentuk makanan siap saji, kemudian juga kelistrikan, genset, dan juga untuk portable WiFi jaringan, serta untuk mempermudah akses dan menjaga stabilitas sosial yang ada di tempat hujan alam," kata dia.
Baca juga: Pemprov Banten mitigasi cuaca ekstrem hingga macet jelang Nataru
