Kota Tangerang (ANTARA) - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Provinsi Banten memberikan bantuan publikasi gratis mulai dari foto produk, video, desain grafis hingga mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), Halal dan HAKI untuk pedagang di pasar tradisional.
Kepala Bidang Diseminasi Informasi Komunikasi Publik Diskominfo Kota Tangerang Ian Chavidz Rizqiullah di Tangerang, Jumat, mengatakan program pendampingan ini bagian dari Program TUNAS (Tangerang Pelaku Usaha Naik Kelas) yang berkolaborasi dengan sejumlah perangkat daerah seperti Dinas Indagkop dan Dinkes.
"UMKM yang belum tahu mau promosi apa, cukup cek akun Instagram Tangerang Kota. Di sana ada Program TUNAS. Hanya dengan satu link, tinggal pilih layanan apa yang ingin dimanfaatkan," kata dia.
Baca juga: 60 persen UMKM di Kabupaten Tangerang telah kantongi NIB
Ian juga mengajak pedagang di Pasar Anyar agar mampu beradaptasi dengan perubahan tren belanja masyarakat yang kini beralih ke ranah digital.
"Tren sudah berubah. Banyak warga memilih belanja online. Pedagang di Pasar Anyar punya toko, modal fisik dan itu adalah keunggulan. Kami berharap mereka bisa memanfaatkan ini untuk berjualan secara hybrid, jualan secara langsung dan juga online," jelasnya.
Kepala Dinas Perindustrian, Pergadangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kota Tangerang Suli Rosadi menerangkan kondisi pasar saat ini menghadapi tantangan berat akibat persaingan e-commerce dan live streaming.
"Kondisi pasar banyak yang sepi karena persaingan era digitalisasi. Ini tidak hanya di negara kita, ini tantangan global. Kita tidak boleh menghindar," kata Suli.
Ia berharap pedagang tidak diam saja, tapi aktif di hadapan kamera untuk terus menjual produk-produknya. Pemkot juga sedang mengkaji produk mana yang layak untuk ekspor atau keluar daerah.
"Karena kami tidak mau mendiamkan UMKM hanya berjualan di kandang sendiri," katanya.
Baca juga: AP3MI: legalitas tak lengkap sebabkan produk susah tembus pasar modern
