Tangerang (ANTARA) - PT Pintu Kemana Saja (PINTU) yang merupakan aplikasi untuk membeli, menjual, menyimpan dan mengirim mata uang kripto di Indonesia mencatat kenaikan pengguna baru kategori Decentralized Exchange (DEX) dari kuartal dua ke kuartal ketiga mencapai 490 persen
Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad di Tangerang Jumat mengatakan token tertinggi yang diperdagangkan di kategori ini adalah token HYPE yang menyumbang hampir 70 persen dari total volume trading pada kategori DEX.
Selain itu, jumlah pengguna baru yang membeli token HYPE selama periode Juli–September juga meningkat sebesar 90,65 persen yang menandakan minat tinggi terhadap proyek berbasis DEX di kalangan pengguna baru PINTU.
Baca juga: PINTU dan JULO gelar edukasi karyawan terkait investasi kripto
Dari sisi existing users, kategori token dengan volume transaksi tertinggi berasal dari World Liberty Financial Portfolio (+33,73%), diikuti oleh Stablecoin Ecosystem (+26,26%), serta Layer-1 (+21,74%) yang mencakup ETH, BTC, dan SOL.
Sementara itu, kategori dengan pertumbuhan transaksi tertinggi dibandingkan kuartal sebelumnya adalah Parallelized EVM (Parallel Ethereum Virtual Machine) (+106,38%), Internet of Things (IoT) (+102,30%), dan Centralized Exchange (CEX) (+43,73%).
"Data-data ini menunjukkan bahwa aktivitas trading di aplikasi PINTU pada kuartal III-2025 semakin meluas, tidak hanya didominasi oleh aset berkapitalisasi besar seperti ETH, BTC, dan stablecoin, tetapi juga mulai bergeser ke kategori lain,” kata Iskandar.
Baca juga: Perusahaan Indonesia dan Hong Kong perluas kolaborasi bidang fintech
Sementara itu berdasarkan laporan dari Coingecko, pasar crypto di kuartal III-2025 masih melanjutkan reli kenaikan dengan kapitalisasi pasar naik sebesar 16,4% atau $563 miliar yang menjadi level tertinggi sejak akhir tahun 2021.
Masih dari laporan Coingecko berjudul 2025 Q3 Crypto Industry Report, di periode kuartal III-2025 rata-rata volume perdagangan harian secara global melonjak 43,8% atau sebesar $155 miliar dibandingkan kuartal sebelumnya.
Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dari Januari hingga September 2025, total nilai transaksi menyentuh Rp360,3 triliun.
“Demi berkontribusi positif terhadap perkembangan ekosistem crypto di Indonesia, kami terus berupaya memberikan layanan dan inovasi terbaik bagi masyarakat Indonesia. Per Oktober 2025, terdapat lebih dari 300 aset crypto yang diperdagangkan dengan lini produk yang lengkap untuk menemani perjalanan investasi crypto baik pemula hingga trader pro," katanya.
Baca juga: Perusahaan Indonesia dan Hong Kong perluas kolaborasi bidang fintech
