Lebak (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten mengingatkan masyarakat di daerah itu agar waspada bencana hidrometeorologi diakibatkan cuaca ekstrem yang ditandai hujan lebat, angin kencang, dan petir.
Kepala Pelaksana BPBD Lebak Febby Rizki Pratama di Lebak, Selasa, mengatakan peringatan kewaspadaan bencana hidrometeorologi itu, antara lain tanah longsor, tanah bergerak, gelombang tinggi, banjir, dan banjir bandang.
BPBD Lebak mengeluarkan peringatan dini guna mengurangi risiko kebencanaan, agar tidak menimbulkan korban jiwa.
Baca juga: BMKG minta warga Banten waspadai potensi cuaca ekstrem
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 28-31 Oktober 2025, potensi cuaca ekstrem melanda Lebak, ditandai hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, disertai angin kencang dan petir.
Ia menyebut potensi cuaca ekstrem itu terjadi sore hingga malam hari.
"Kami minta masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem itu," kata dia.
Ia mengatakan Kabupaten Lebak masuk daerah rawan bencana alam, karena topografi berupa pegunungan, perbukitan, aliran sungai, dan pesisir pantai.
Baca juga: BPBD Lebak minta warga pesisir jaga jalur evakuasi
Oleh karena itu, pihaknya minta relawan dan aparat pemerintah kecamatan, kelurahan/desa, dan masyarakat yang tinggal di lokasi rawan bencana meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak cuaca ekstrem.
Untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, pihaknya menyosialisasikan dan mengedukasi pencegahan bencana alam kepada nelayan pesisir selatan, masyarakat yang tinggal di kawasan pegunungan, perbukitan, dan daerah aliran sungai, serta kawasan hutan.
"Kami juga menjalin kerja sama dan koordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi bencana alam itu," katanya.
BPBD Lebak mempersiapkan peralatan evakuasi agar dalam kondisi baik dan dapat dioperasikan jika sewaktu-waktu terjadi bencana hidrometeorologi, seperti kendaraan operasional, perahu karet, tambang, mesin penyedot air, dan tenda.
Pihaknya juga menyediakan logistik dalam jumlah mencukupi untuk kebutuhan konsumsi tiga bulan ke depan dan menyiapkan obat-obatan.
"Kami memperkuat jaringan dan koordinasi untuk menangani pasca-bencana agar bisa ditangani dengan baik, sehingga warga terpenuhi kebutuhan pelayanan dasar di antaranya makan, minum, tidur dan memiliki toilet yang layak di pos pengungsian," katanya.
Baca juga: Dua warung di rest area JLS Tulungagung ambruk terbawa longsor
