Tangerang (ANTARA) - Ikatan Alumni SMA Pangudi Luhur Jakarta menggelar kegiatan di terowongan silaturahim yang merupakan penghubung antara Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal.
Kegiatan ini mempertemukan empat lembaga utama yakni Keuskupan Agung Jakarta, Masjid Istiqlal, Yayasan Pangudi Luhur, dan SMA Pangudi Luhur Jakarta. Momen bersejarah tersebut menjadi simbol harmoni antarumat beragama di tengah keberagaman bangsa.
Prosesi dimulai dengan kegiatan simbolik di Terowongan Silaturahim dilanjutkan dengan misa di Gereja Katedral yang dihadiri oleh perwakilan Bruder FIC, guru, siswa dan alumni sekolah SMA Pangudi Luhur, perwakilan sekolah Katolik seperti Kanisius, Gonzaga, De Brito, Santa Ursula, Regina Pacis Jakarta, Regina Pacis Bogor, Tarakanita & Strada.
Di Terowongan Silaturahim para perwakilan berjalan dari dua arah, bertemu di tengah dengan membawa empat kunci sebagai simbol yang kemudian digunakan untuk “membuka pintu persaudaraan”. Simbol ini menggambarkan tekad bersama menjaga semangat pluralisme dan saling menghormati.
Baca juga: IKA PL berbagai keceriaan bagi anak penderita kanker
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Suparman, menegaskan bahwa perbedaan antara bangsa Indonesia bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk saling menjalin kasih sayang.
“Kita tidak perlu mempertentangkan perbedaan, karena semua agama mengajarkan kasih. Islam mengenal Ar-Rahman Ar-Rahim, Kristen mengajarkan kasih sesama manusia, demikian pula agama lainnya. Perbedaan itu nyata, tetapi bukan untuk dipertentangkan,” katanya.
Ketua Ikatan Alumni Pangudi Luhur (IKPL), Ichsan Perwira Kurniagung, menekankan bahwa makna Lustrum XII bukan sekadar perayaan usia sekolah, tetapi wujud nyata nilai kemanusiaan.
Baca juga: DKBPPPA Kabupaten Serang edukasi cegah kekerasan pada anak di 70 sekolah
Kehadiran keluarga arsitek Masjid Istiqlal Silaban turut menjadi simbol persaudaraan yang telah terjalin sejak masa pembangunan dua rumah ibadah terbesar di Indonesia.
Ketua Yayasan Pangudi Luhur, Fransiskus Asisi Dwiyatno, FIC menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pendidikan humanis yang selalu dijunjung tinggi oleh lembaga Pangudi Luhur.
Romo Benardus Teguh Raharjo, MSC yang merupakan alumni SMA Pangudi Luhur Angkatan 2001 dalam khotbah-ntya menekankan pentingnya nilai persaudaraan (Brotherhood) yang dialaminya selama bersekolah dan menganjurkan para siswa-siswa untuk mempertahankan nilai-nilai luhur tersebut.
Bruder Fransiskus Asisi Dwiyatno, FIC dari Yayasan Pangudi Luhur menyampaikan, “Pendidikan kami menanamkan karakter terbuka, penuh kasih, dan menghargai perbedaan. Nilai ini bukan hanya diajarkan, tetapi dihidupi.”
Baca juga: Pemkab Tangerang perluas zona penjemputan bus sekolah gratis
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026