Cilegon (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Banten menggelar Operasi Patuh Karantina di Pelabuhan Merak, untuk memperkuat pengawasan lalu lintas hewan, ikan, dan tumbuhan di gerbang utama paling barat Pulau Jawa guna mencegah penyebaran penyakit.
Kepala Balai Karantina Banten, Duma Sari, di Serang, Selasa, menyatakan operasi ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan fisik dan dokumen, tetapi juga mengedepankan pendekatan edukatif kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran lapor karantina.
"Operasi Patuh tahun ini juga mengedepankan pendekatan edukatif. Petugas gabungan memberikan penjelasan mengenai kewajiban pelaporan, kelengkapan dokumen, serta sanksi jika terjadi pelanggaran," ujarnya.
Baca juga: Barantin optimalkan pengawasan lalu lintas hewan terintegrasi
Ia menjelaskan, operasi ini didasari oleh data operasional tiga bulan terakhir yang mencatat sejumlah pelanggaran, seperti penahanan burung kicau dan kerbau tanpa dokumen, serta penolakan pengiriman sapi yang tidak memenuhi syarat.
Meskipun tidak ada pemusnahan, data tersebut menurut Duma menunjukkan adanya potensi risiko penyebaran penyakit melalui lalu lintas media pembawa yang tidak dilaporkan dan tidak sesuai aturan.
Selama operasi berlangsung, petugas menemukan beberapa komoditas seperti bibit padi, olahan ikan, bawang putih, cabai, dan mangga yang tidak dilengkapi dokumen. Terhadap temuan ini, petugas langsung memberikan edukasi kepada pemiliknya.
"Kami menghimbau masyarakat untuk selalu melaporkan komoditas pertanian dan perikanan, serta melengkapi dokumen karantina sebelum bepergian," imbaunya.
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi lintas sektor yang melibatkan 32 personel dari 16 instansi terkait, di antaranya TNI AL, Polairud Polda Banten, Bea Cukai, BPOM, BNN, hingga organisasi pencinta satwa Jakarta Animal Aid Network (JAAN).
Baca juga: Barantin jelaskan pentingnya pengawasan hewan jaga swasembada pangan
