Tangerang Selatan (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) menjelaskan pentingnya pengawasan ekstra terhadap seluruh lalu lintas komoditas berupa hewan dan produk hewan antar-wilayah dalam upaya mewujudkan swasembada pangan.
Kepala Barantin Sahat Manaor Panggabean di Tangerang, Banten, Selasa, mengatakan penguatan pengawasan lalu lintas hewan dan produk hewan antar-wilayah perlu dilakukan untuk menjaga kualitas swasembada pangan.
"Kita sepakat untuk melakukan kolaborasi dengan pemda baik itu kolaborasi teknis, juga termasuk kolaborasi sistem layanan secara digital. Jadi nanti semua dokumen-dokumen itu kita lalu lintaskan secara digital," ucap Panggabean usai menghadiri kegiatan Rapat Temu Teknis Karantina Hewan di Provinsi Banten di Serpong, Tangerang Selatan, Selasa.
Baca juga: Kepala Barantin cek penerapan All Indonesia di Bandara Soetta
Ia menekankan pengawasan lalu lintas hewan bukan hanya tugas sepihak dari Barantin semata. Namun upaya pengawasan ini memerlukan sinergi lintas sektor baik itu pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.
"Pengawasan ini melibatkan banyak aspek dan pihak. Tanpa kerja sama dengan pemerintah daerah, laboratorium veteriner, dunia usaha, dan stakeholder terkait, upaya menjaga kesehatan hewan serta keamanan pangan tidak akan optimal," ujarnya.
Saat ini Barantin telah menerapkan sistem pengawasan secara berlapis melalui Pre Border, At Border, dan Post Border. Model pengawasan ini dinilai efektif, sebagai mendukung integrasi data, keselarasan regulasi pusat dan daerah, serta kepatuhan dunia usaha agar distribusi hewan dan produk hewan berjalan sesuai standar kesehatan.
"Kita tahu banyak komoditi-komoditi yang harusnya itu terdata dengan baik, baik itu di pemda maupun juga di karantina. Nah ini yang perlu kita samakan supaya semuanya itu tersadar dengan baik dan kita bisa memantau pergerakan hewan tentunya juga terkait juga dengan penyakitnya," ungkap Sahat.
Baca juga: Barantin: Importir asing harus perhatikan kiriman pangan ke Indonesia
Menurutnya, kondisi ini menjadi semakin penting di tengah tantangan penyakit hewan menular, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD), yang erat kaitannya dengan mobilitas hewan antar daerah.
Oleh sebab itu koordinasi lintas sektor, pertukaran data secara real-time, serta penindakan bersama menjadi langkah strategis untuk menutup celah penyebaran
penyakit dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Ia mengatakan Karantina Jakarta mencatat pergerakan signifikan lalu lintas komoditas hewan pada distribusi antar area, domestik masuk ke Jakarta didominasi oleh pakan hewan kesayangan, susu sapi, dan madu. Sedangkan domestik ke luar ke berbagai daerah lain paling banyak berupa produk olahan susu, daging olahan unggas, dan daging olahan sapi.
Data ini menegaskan peran strategis Barantin melalui Karantina Jakarta tidak hanya sebagai pengawas lalu lintas hewan dan produk hewan, tetapi juga sebagai penjaga kelancaran rantai pasok pangan nasional dan perdagangan internasional.
Melalui forum temu teknis ini, Sahat berharap lahir rumusan strategi bersama yang mencakup integrasi sistem informasi, tata kelola pengawasan yang lebih
transparan, serta peningkatan peran dunia usaha.
Baca juga: Barantin musnahkan 17 ton limpa ilegal dari Australia
Dengan begitu, pengawasan tidak hanya menjadi instrumen perlindungan, tetapi juga motor penggerak terwujudnya swasembada pangan nasional.
"Kehadiran dan komitmen semua pihak di forum ini adalah bukti nyata bahwa swasembada pangan bukan sekadar cita-cita, melainkan hasil kerja keras kolektif. Mari kita perkuat sinergi, agar pengawasan lalulintas hewan semakin terintegrasi, transparan, dan profesional," kata dia.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid menambahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berkomitmen dan siap untuk mewujudkan pengawasan berkualitas demi mendukung bangsa dalam penguatan swasembada pangan.
"Kami Pemprov Banten siap memperkuat pengawasan baik di hulunya, di situ gimana rekomendasi kami keluarkan, dengan nanti tahun depan akan langsung terhubung, misalnya kami semua berbasis layanan digital dan dipastikan tidak berbayar," katanya.
Baca juga: BKHIT Banten dukung program Barantin kampanyekan ring vaksinasi PMK
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arifEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026