Lebak (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Banten menyatakan 20 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di daerah itu menerapkan standar operasional prosedur (SOP) dalam menyiapkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencegah keracunan makanan.
"Kami melakukan pemantauan di lapangan di 20 SPPG yang telah beroperasi dan hasilnya relatif baik sesuai SOP yang direkomendasikan Badan Gizi Nasional (BGN)," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinkes Kabupaten Lebak Endang Komarudin di Lebak, Jumat.
Hingga saat ini, katanya, program MBG di daerah setempat berjalan dengan lancar dengan tidak ditemukan makanan tidak layak dan kasus keracunan sebagaimana terjadi di sejumlah daerah lain, karena pengelola SPPG menerapkan SOP yang antara lain terkait dengan higienis tersebut.
Baca juga: Dinkes Lebak lakukan pelatihan penyajian makanan pada SPPG
Ia mengatakan penerapan SOP itu juga menyangkut pendistribusian bahan pokok, sayuran, ikan, buah-buahan, proses pengelolaan makanan, pencucian peralatan memasak dan rantang atau tempat makanan.
"Sehingga layak dan dijamin tidak menimbulkan keracunan," katanya.
Ia mengatakan pengawasan program MBG secara ketat dengan melibatkan berbagai instansi lainnya, seperti BGN, ahli nutrisi, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Peternakan, TNI, Polri, dan Badan Pengawasan Obat dan Minuman (BPOM).
Berbagai instansi, kata dia, bekerja sama untuk mewujudkan program MBG yang sukses dan berjalan baik guna melahirkan anak-anak bangsa di daerah setempat yang berkualitas dan memiliki sumber daya manusia (SDM) unggul karena asupan gizi berkualitas.
Baca juga: Gubernur Banten: pemenuhan gizi investasi generasi masa depan
Ketua SPPG Yayasan Hamim Center Founder (HCF) Cibadak Kabupaten Lebak Amin mengatakan selama satu bulan terakhir program MBG di wilayah setempat berjalan dengan baik untuk memenuhi sasaran penerima manfaat 3.721 siswa di empat PAUD, enam SD, empat SLTP, dan satu SMA.
Ia mendaku hingga saat ini tidak ada keluhan atau komplain dari siswa terkait dengan menu MBG yang didistribusikan SPPG ke sekolah-sekolah di wilayah itu.
"Kami menerapkan pengelolaan makanan hingga pendistribusian ke sekolah diutamakan higienis, bersih, sehat. dan tidak ada satu pun ada lalat," katanya.
Baca juga: Kejar target MBG, Pemkot Serang bentuk satuan tugas khusus
Ia menyatakan pelaksanaan program MBG sesuai SOP yang dikeluarkan BGN, antara lain menyangkut pengelolaan peralatan memasak, kondisi dapur SPPG bersih, dan orang tidak berkepentingan dilarang masuk dapur.
"Kami melayani program MBG sangat higienis, bersih dengan peralatan berkualitas, juga menggunakan piring stainless yang tidak menyebabkan karat dan diproduksi dalam negeri," katanya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Maman Suryaman mengatakan pelaksanaan program MBG di daerah itu didukung 20 SPPG dengan total sasaran penerima manfaat sekitar 60 ribu siswa.
"Selama ini, peran SPPG memberikan pendistribusian makanan higienis, bersih, dan menyehatkan. Penyaluran makanan MBG ke sekolah-sekolah lancar dan tidak ada masalah," katanya.
Baca juga: Kabupaten Serang kekurangan SPPG
