Lebak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Provinsi Banten memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah itu berjalan lancar dengan pengawasan yang mantap supaya kasus makanan basi diterima sejumlah sekolah pada awal September lalu tidak terulang.
"Kami berharap program MBG ini tetap berjalan karena menjadi program nasional dari pemerintah pusat dan daerah wajib mendukungnya," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Maman Suryaman di Lebak, Selasa.
Pihaknya meminta pelaksanaan program MBG dioptimalkan dengan pengawasan yang lebih baik dan penerapan standar operasional prosedur (SOP) diperketat dengan melibatkan ahli gizi dan Badan Gizi Nasional.
Baca juga: BBPOM minta konsistensi penjagaan higienitas dapur MBG ditingkatkan
Di samping itu katanya, diperkuat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk dengan Dinas Ketahanan Pangan (DKP), Dinas Kesehatan Lebak, dan instansi terkait lainnya.
"Kami berharap dengan memaksimalkan pengawasan itu, sehingga tidak terulang kembali kasus makanan basi," katanya.
Ratusan siswa dari sejumlah sekolah di Kecamatan Cibadak mengeluhkan pembagian MBG karena berupa menu makanan basi dan tidak layak konsumsi pada awal September 2025.
Ia mengatakan kasus tersebut menjadi pelajaran penting supaya tidak terulang pada masa mendatang.
Ia juga mengatakan bahwa pihaknya hingga saat ini belum menerima laporan tentang jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) untuk mendukung program MBG di daerah setempat.
Baca juga: Pemkab Lebak kampanyekan TOSS TB untuk putuskan mata rantai TB
Hingga saat ini, kata dia, beberapa kecamatan sudah melaksanakan program MBG, antara lain Cibadak, Cipanas, Leuwidamar, Kalanganyar, dan Cimarga. Daerah setempat meliputi 28 kecamatan yang membawahi 340 desa dan lima kelurahan.
Ia berharap, MBG untuk siswa PAUD, SD, dan SMP dengan total berjumlah 225.274 anak tersebut, bisa direalisasikan pada tahun ini.
Pemerintah daerah setempat mendukung pelaksanaan program MBG karena bertujuan menyiapkan generasi penerus bangsa dengan pemenuhan gizi yang cukup sehingga termotivasi untuk mengikuti pendidikan di sekolah dengan baik.
Selain itu, katanya, mengurangi belanja keluarga dan meningkatkan kecerdasan anak, serta mengurangi instrumen putus sekolah.
Sejumlah siswa SMP di Kecamatan Cibadak menyatakan mendukung program MBG karena untuk memenuhi asupan gizi dan dapat mengurangi uang jajan.
"Kami penuh konsentrasi belajar setelah diberikan konsumsi MBG dengan makan yang bergizi dan mengandung protein serta vitamin," kata Yudha, seorang siswa SMPN Cibadak.
Baca juga: Pemkab Lebak bangun jalan desa untuk percepat pengendalian kemiskinan
