Lebak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten merealisasikan pembangunan jalan desa untuk mempercepat pengendalian kemiskinan di daerah itu agar pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat meningkat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak Irvan Suyatufika di Lebak, Rabu, mengatakan kebijakan pemerintah daerah melaksanakan pembangunan jalan poros desa untuk percepatan pengendalian kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem sesuai Instruksi Presiden Nomor 08 tahun 2025.
Berdasarkan data kemiskinan di Kabupaten Lebak tahun 2025 tercatat 111.000 jiwa dan di antaranya 18.000 jiwa masuk kategori kemiskinan ekstrem.
Baca juga: Ciptakan keamanan, Polres Lebak dan TNI gelar patroli gabungan
Dengan demikian, pembangunan jalan desa menjadi skala prioritas, terutama di kawasan produktif, seperti lokasi ketahanan pangan, pariwisata dan pelayanan pemerintahan.
Sebab, pembangunan jalan desa tersebut dapat memperlancar arus barang dan jasa, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah itu.
"Kami meyakini pembangunan jalan desa ini secara otomatis mampu mengendalikan kemiskinan dan menghapus kemiskinan ekstrem," katanya.
Menurut dia, kewenangan penyelenggara jalan dalam Undang -undang Nomor 2 tahun 2022 pasal 16 A, pemerintah daerah melakukan pengambilalihan pelaksanaan urusan pembangunan jalan desa.
Oleh karena itu, pemerintah daerah menangani sebanyak 588 ruas jalan desa dan panjang 1.968 kilometer, namun akibat keterbatasan anggaran maka pembangunan dilakukan secara bertahap.
Baca juga: Hari bebas kendaraan di Alun-Alun Multatuli Lebak dipadati pelaku UMKM
Pembangunan jalan tersebut bisa direalisasikan sepanjang 50 kilometer per tahunnya atau antara satu hingga dua kilometer per kecamatan dari 28 kecamatan dengan membutuhkan anggaran Rp50 miliar.
Selain itu juga ada juga pembangunan jalan desa melalui program Gubernur Banten yakni "Bang Andra"
"Kita tahun ini merealisasikan pembangunan jalan desa di empat titik dengan alokasi anggaran Rp3,4 miliar," katanya.
Sementara itu, sejumlah warga Desa Rangkasbitung Timur Kabupaten Lebak mengatakan kondisi jalan yang menghubungkan ke lokasi pertanian atau ketahanan pangan dan layanan pemerintahan cukup bagus setelah dibangun pemerintah daerah, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.
"Kita sekarang biaya transportasi angkutan hasil pertanian relatif murah setelah kondisi jalan baik itu," kata Gani (55) warga Desa Rangkasbitung Timur Kabupaten Lebak.
Baca juga: Produksi beras di Lebak surplus 14 bulan ke depan
Pewarta: Mansyur SuryanaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026