Tangerang (ANTARA) - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) terus melakukan evaluasi penerapan sistem aplikasi All Indonesia sebagai upaya penyempurnaan layanan di seluruh bandara di Indonesia.
"Ya, kami terus mengevaluasi. Memang betul saat ini dari awalnya empat PC yang kita tempatkan di titik-titik di arrival hall, kami sudah menambahkan lagi terus kita evaluasi dalam uji coba ini bukan hanya sekedar hardware-nya, software-nya juga," kata Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi di Tangerang, Selasa.
Ia mengakui, bila sistem All Indonesia saat ini masih perlu banyak dilakukan penyempurnaan secara menyeluruh. Kendati, dukungan dan sinergi dengan seluruh instansi terkait, utamanya dengan Imigrasi, bea dan cukai, serta badan karantina dalam mensosialisasikan sistem layanan tersebut harus terus dilakukan.
"Itu lah gunanya kita bermitra, saya kira ini adalah satu hal yang baik. Ini harus disosialisasikan sehingga masyarakat luas dapat memahami dan memberikan layanan pada Imigrasi, Bea Cukai, Karantina pada penumpang yang datang di bandara kita," ujarnya.
Baca juga: Kemenko IPK uji coba layanan sistem aplikasi All Indonesia di Soetta
Ia mengungkapkan, sebagai bentuk komitmen InJourney dalam mendukung peningkatan layanan ini, maka pihaknya akan terus melakukan uji coba terhadap seluruh layanan airline agar nantinya bisa dapat dikembangkan dan diberlakukan diseluruh maskapai penerbangan yang berada atau melayani di bandara Indonesia.
"Kami juga berharap dalam masa uji coba di tiga bandara ini dapat berjalan secara optimal, sehingga dapat mempermudah implementasi secara penuh di seluruh bandara dan pelabuhan kelak," paparnya.
Pahlevi bilang, seluruh penumpang penerbangan internasional baik WNI maupun WNA yang tiba di Indonesia melalui tiga bandara PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, dan Bandara Internasional Juanda Surabaya, diwajibkan sudah mengisi kartu kedatangan (arrival card) melalui aplikasi All Indonesia mulai Senin, 1 September 2025, sesuai kebijakan pemerintah.
Calon penumpang cukup mengakses website https://allindonesia.imigrasi.go.id/ atau mengunduh dan menginstall aplikasi All Indonesia melalui Google Play Store (Android) dan AppStore (iOS). Aplikasi ini bertujuan menyederhanakan proses deklarasi kedatangan terkait keimigrasian, bea dan cukai, serta karantina.
Baca juga: Layanan All Indonesia akan berlaku di seluruh bandara
Pengisian arrival card melalui All Indonesia dapat dilakukan dengan mudah dan sudah dapat dilakukan tiga hari menjelang keberangkatan ke Indonesia. Sejalan dengan ini, InJourney Airports mengimbau agar pengisian arrival card dapat dilakukan sebelum penumpang pesawat bepergian atau melakukan perjalanan ke Indonesia.
"Tentunya pemberlakuan aplikasi All Indonesia ini akan sangat membantu bagi seluruh penumpang penerbangan internasional di bandara yang dikelola InJourney Airports. Sebagai pengelola bandara, InJourney Airports sangat mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia melalui implementasi aplikasi ini," jelas dia.
Sementara itu, Direktur Operasi InJourney Airports Agus Haryadi menambahkan, pihaknya mengimbau agar seluruh calon penumpang penerbangan internasional agar terlebih dahulu dapat mengunjungi arrival card di aplikasi All Indonesia tiga hari sebelum penerbangan ke Indonesia.
Hal tersebut, perlu dilakukan agar proses kedatangan di bandara tujuan dapat berjalan baik dan lancar.
"Dalam masa uji coba ini kami sepenuhnya mendukung dan bersinergi dengan seluruh instansi terkait, utamanya dengan Imigrasi, bea dan cukai, serta badan karantina. Kami juga berharap dalam masa uji coba di tiga bandara ini dapat berjalan secara optimal, sehingga dapat mempermudah implementasi secara penuh di seluruh bandara dan pelabuhan kelak," kata dia.
Baca juga: Kepala Barantin cek penerapan All Indonesia di Bandara Soetta
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arifEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026