Tangerang (ANTARA) - Kepala UPTD Latihan Kerja Disnakertrans Provinsi Banten M Bayuni memberikan pembekalan dan motivasi langsung bagi para siswa pelatihan UPTD Latker Banten gelombang III Tahun 2025.

"Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menumbuhkan semangat, kedisiplinan, serta keyakinan diri agar para peserta siap menghadapi tantangan dunia kerja," kata M Bayuni, di UPTD Latker Disnakertrans Banten di Tangerang.

Melalui pembekalan ini, para peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai kerja keras, keuletan, dan optimisme demi masa depan yang lebih baik.

"Mari terus semangat belajar, berproses, dan berkarya untuk menjadi tenaga kerja terampil dan berdaya saing tinggi," kata Bayuni.

Baca juga: Disnakertrans Banten dorong generasi muda bersiap hadapi tantangan dunia kerja

Ia berharap para siswa peserta pelatihan tersebut dapat mengikuti semua materi yang diberikan para pembimbing pelatihan atau mentor.

Dengan demikian, setelah selesai mengikuti pelatihan, para siswa diharapkan mampu dan memiliki 'skill' sesuai dengan program pelatihan yang diikuti. Bahkan diharapkan setelah lulus mengikuti pelatihan tersebut akan muncul pelaku usaha atau 'enterpreneur' yang mampu memberikan kesempatan kerja bagi orang lain.

"Tentu kami berharap para peserta pelatihan ini, setelah lulus bisa langsung bekerja dan diserap oleh dunia kerja, atau bahkan bisa menjadi pengusaha dan membuka kesempatan kerja bagi orang lain," kata Bayuni.

Baca juga: Pelatihan berbasis kompetensi gelombang 3 Disnakertrans Banten dimulai

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten secara resmi membuka pelatihan berbasis kompetensi yang dilaksanakan UPTD Latihan Kerja (Latker) untuk gelombang tiga Tahun 2025.

Pelatihan berbasis kompetensi dibuka langsung Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau Disnakertrans Provinsi Banten, Septo Kalnadi di Serang, Senin (1/8).

Dalam sambutannya, Kadisnakertrans Banten Septo Kalnadi menjelaskan tiga tahapan peran pemerintah dalam ketenagakerjaan.

"Tiga ahapan itu adalah sebelum bekerja, saat bekerja, dan setelah bekerja," kata Septo Kalnadi.

Septo juga mengungkapkan bahwa di Banten saat ini belum selaras antara kebutuhan industri dengan calon pekerja.

"Seperti di Serang dan Cilegon yang diterima bukan warga Banten, karena tadi kompetensi calon pekerja tidak selaras dengan kebutuhan industri," kata Septo (Adv)

Baca juga: Gubernur Banten komitmen perluas kesempatan pelatihan vokasi masyarakat Banten



Pewarta: Mulyana
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026