Kota Serang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang Provinsi Banten secara resmi melepas keberangkatan 10 kepala keluarga (KK) dengan total 27 jiwa warga asal daerah setempat untuk mengikuti program transmigrasi menuju Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin di Serang, Senin, mengatakan bahwa Pemkot Serang memberikan dukungan penuh terhadap program ini, salah satunya melalui pemberian bantuan stimulan sebesar Rp5 juta per KK.
"Selain uang tunai, kami juga memberikan bantuan berupa koper untuk menunjang keberangkatan dan kebutuhan awal para peserta transmigrasi," ujar Nanang.
Baca juga: Gubernur Banten tandatangani kerjasama penempatan transmigrasi
Dalam kesempatan tersebut, ia juga turut memberikan apresiasi kepada warga yang berhasil meraih peringkat satu terbaik pada pendidikan dan pelatihan transmigrasi di Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Yogyakarta. Prestasi tersebut diraih setelah bersaing dengan peserta dari 16 kabupaten se-Pulau Jawa.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang, Agus Hendrawan menjelaskan bahwa program ini merupakan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah.
Para transmigran tidak hanya mendapatkan tempat tinggal, tetapi juga berbagai fasilitas penunjang ekonomi.
"Nantinya setiap keluarga mendapatkan lahan tempat tinggal seluas 1.000 meter persegi dan lahan pertanian seluas satu hektare. Program ini sepenuhnya difasilitasi oleh pemerintah pusat dan daerah," katanya.
Baca juga: Kabupaten Tangerang terbanyak ajukan transmigrasi
Ia merinci fasilitas yang akan diterima meliputi alat pertanian, perabot rumah tangga, tempat tidur, akses air bersih, listrik, genset, alat pemotong kayu, hingga alat pemotong rumput.
"Semua sudah disiapkan pemerintah agar mereka bisa langsung beraktivitas begitu tiba di lokasi transmigrasi," jelasnya.
Lebih lanjut, ia memastikan peserta transmigrasi tidak perlu mengkhawatirkan kebutuhan sehari-hari di masa awal kepindahan.
Pemerintah berkomitmen menanggung biaya hidup sementara hingga lahan pertanian yang digarap mulai menghasilkan panen.
"Ini bentuk perhatian pemerintah agar masyarakat yang bertransmigrasi bisa beradaptasi dengan baik di daerah baru tanpa beban ekonomi berat di awal," tambahnya.
Melalui program ini, Pemkot Serang berharap dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, meningkatkan serapan tenaga kerja, sekaligus mendukung pemerataan pembangunan antar wilayah di Indonesia.
Baca juga: Dua ribu peserta ekspedisi patriot dilepas ke 154 kawasan transmigrasi
