Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mempercepat penyelesaian proyek Jembatan Pelawad 2 di Kota Tangerang yang dinilai menjadi penyebab kemacetan parah di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan mengatakan pihaknya sedang mengoordinasikan langkah percepatan dengan kontraktor pelaksana.
"Ini sedang dikoordinasikan untuk percepatan," kata Arlan di Kota Serang, Jumat.
Ia menyebut proyek yang dikerjakan pihak kontraktor itu ditargetkan rampung pada Desember 2025. Arlan meminta kontraktor mengikuti arahan kepolisian untuk meminimalkan dampak terhadap lalu lintas.
"Untuk pelaksanaan pekerjaan kita arahkan kontraktor untuk mengikuti semua arahan pihak kepolisian, baik dari segi waktu kerja maupun peralatan yang digunakan. Ini untuk menyesuaikan dengan lalu lintas sekitar," ujarnya.
Baca juga: Pembangunan jembatan Palawad 2 Tangerang agar lalin bebas banjir
Menurut Arlan, kemacetan di sekitar proyek semakin parah saat hujan karena banyak pengendara sepeda motor berteduh di bawah jembatan layang.
"Kemacetan parah terjadi karena pada saat hujan banyak pengendara roda dua berteduh di flyover Jakarta," katanya.
Sebelumnya Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Humas Transjakarta Tjahyadi DPM mengidentifikasi dua penyebab utama yang memicu antrean penumpang di Halte CSW Transjakarta membludak pada Selasa (12/8) malam, antara lain kemacetan parah di jalur proyek pembangunan Jembatan Pelawad 2 di sekitar Puri Beta dan genangan air dengan ketinggian 20-35 cm akibat hujan deras dan banjir di wilayah Kreo.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Achmad Suhaely mengatakan pihaknya menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan.
"Karena ini jalan provinsi, kami coba koordinasi dengan Dishub Provinsi agar bersama-sama mengatur rekayasa lalu lintas secara dinamis, termasuk pengalihan arus dan penempatan petugas di titik-titik rawan kemacetan," ujarnya.
Baca juga: Ada pembangunan jembatan, Dishub Tangerang rekayasa lalu lintas ke Jakarta
Dishub Kota Tangerang juga berkoordinasi dengan pihak Transjakarta agar pelayanan tetap optimal meski terjadi gangguan di jalur.
"Sepakat bahwa pelayanan tetap berjalan seoptimal mungkin dan penumpang tidak terganggu," kata Suhaely.
Jembatan Pelawad 2 dibangun dengan tujuan untuk mengantisipasi banjir di wilayah Larangan. Jembatan ini nantinya akan diperluas dari 12 meter menjadi 17 meter, kemudian dinaikkan satu meter dari posisi sebelumnya, dengan pagu anggaran senilai Rp7 miliar, menurut data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Banten.
Peninggian jembatan ini untuk meningkatkan kelancaran aliran Kali Cantiga dan direncanakan pengerjaannya selama 167 hari kerja.
Baca juga: Gubernur Andra Soni tindaklanjuti laporan soal jembatan bambu di Lebak
