Serang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Banten, memperpanjang masa pendaftaran Sekolah Rakyat untuk jenjang sekolah dasar (SD), karena kuota siswa belum terpenuhi menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
Plt Kepala Dinas Sosial Kota Serang Muhammad Ibra Gholibi, di Serang, Kamis, mengatakan langkah ini diambil karena pendaftar untuk tingkat SD masih jauh dari target, meskipun pendaftaran untuk jenjang SMP telah ditutup karena kuota penuh.
"Pendaftar tingkat SD baru tercatat 35 orang dari target 50 orang. Oleh karena itu, kami beri kesempatan lagi hingga akhir Agustus ini karena masih kurang 15 siswa untuk SD. Kalau SMP sudah penuh dengan 55 siswa," ujarnya.
Baca juga: Gubernur Banten sebut Sekolah Rakyat perjuangkan keadilan sosial
Menurutnya, rendahnya angka pendaftar SD disebabkan oleh minim nya sosialisasi dan adanya keraguan dari orang tua calon siswa mengenai sistem asrama (boarding) yang diterapkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) tersebut.
"Masyarakat belum sepenuhnya paham seperti apa sekolah ini. Ada kekhawatiran soal anak tinggal di asrama, sehingga belum rela melepas anaknya sekolah di SR," jelasnya.
Ibra menegaskan, orang tua tidak perlu khawatir karena seluruh kebutuhan siswa, mulai dari pendidikan, pakaian, makanan, hingga buku, ditanggung sepenuhnya oleh Kemensos. Selain itu, sekolah telah menyiapkan wali asuh di setiap kelas untuk memastikan siswa mendapat perhatian penuh dan mencegah perundungan.
"Justru sekolah akan memberikan pendidikan karakter dan agama agar mereka bisa tumbuh percaya diri," tambahnya.
Terkait jadwal, Ibra menjelaskan bahwa kegiatan belajar untuk jenjang SMA akan dimulai pada 15 Agustus 2025.
"Sementara SD dan SMP kemungkinan pada September, karena Kemensos masih menyiapkan sarana prasarana dan tenaga pengajar," katanya.
Baca juga: 15 ribu laptop disiapkan pemerintah untuk siswa Sekolah Rakyat
