Serang (ANTARA) - Bupati Serang, Banten Ratu Rachmatu Zakiyah, memberikan apresiasi tinggi kepada perusahaan industri yang berkomitmen memberantas praktik pungutan liar (pungli) dan percaloan dalam proses rekrutmen tenaga kerja.
Apresiasi tersebut disampaikan Bupati saat melakukan kunjungan ke PT Polyplex Training Center di Kawasan Modern Cikande, Serang, Kamis.
"Saya juga mengimbau kepada seluruh perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Serang untuk berkomitmen yang sama, yakni memberantas pungli dan praktik percaloan," kata Zakiyah.
Baca juga: Bupati Ratu Zakiyah komitmen tingkatkan keterampilan pembatik Serang
Menurutnya, komitmen memberantas pungli harus berjalan beriringan dengan prioritas penyerapan tenaga kerja lokal. Ia memuji PT Polyplex yang 70 persen pekerjanya merupakan warga Kabupaten Serang.
"Penyerapan tenaga kerja lokal tentu harus kami apresiasi. Praktik rekrutmen yang bersih dan bebas pungli akan memberikan kesempatan yang adil bagi warga kami," katanya.
Bupati menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah dan dunia industri sangat diperlukan untuk menciptakan iklim investasi yang sehat sekaligus menyejahterakan masyarakat sekitar.
Baca juga: Pemkab Serang dukung percepatan lahan exit tol menuju rumah sakit Adhyaksa
Selain rekrutmen yang transparan, ia juga meminta industri untuk menjalankan tanggung jawab sosialnya melalui program CSR dan berkolaborasi dengan pemerintah dalam menangani isu lingkungan seperti sampah.
Dukungan terhadap investasi yang bersih juga datang dari Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Banten, Dede Rohana Putra, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut.
"Kami akan mendukung industri agar berkembang di sini, yang penting masyarakat lokal bisa bekerja dan menikmati CSR tanpa ada praktik-praktik yang merugikan," ujarnya.
Sementara itu, perwakilan PT Polyplex, Somvir Singh, menegaskan komitmen perusahaannya untuk menyerap tenaga kerja lokal dan menjalankan operasional sesuai aturan yang berlaku.
Baca juga: Bupati Ratu Zakiyah sebut sekolah swasta atasi keterbatasan daya tampung
