Serang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten memastikan sarana mebeler, seperti meja dan kursi, di SDN Kalong saat ini telah tersedia lengkap setelah adanya aduan masyarakat mengenai siswa yang belajar di lantai dan viral di media sosial.
Wakil Bupati (Wabup) Serang Muhammad Najib Hamas di Serang, Jumat, mengatakan telah meninjau langsung SDN Kalong, Kecamatan Kibin untuk merespons aduan masyarakat mengenai siswa yang belajar di lantai.
Ia mengatakan kunjungan itu bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan dan untuk memastikan kondisi di lapangan.
"Kehadiran saya hari ini atas adanya aduan dari masyarakat bahwa sekolah siswanya belajar di atas lantai dan saya ingin memastikan bahwa sarana belajar di sekolah sudah ada," katanya.
Baca juga: Bupati Ratu Zakiyah sebut sekolah swasta atasi keterbatasan daya tampung
Ia menjelaskan kondisi siswa belajar di lantai terjadi saat masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) karena adanya lonjakan siswa baru.
Namun, ia memastikan sarana mebeler seperti meja dan kursi saat ini telah tersedia lengkap.
"Siswa lesehan di lantai baru kemarin di MPLS, karena ada penambahan murid. Anggaran untuk (mebeler) ini sudah ada di tahun 2024," katanya.
Pihaknya juga menegaskan komitmen Pemkab Serang untuk memastikan layanan pendidikan sesuai dengan standar pelayanan minimal (SPM).
"Kita saling membantu agar anak didik bisa belajar dengan maksimal," ujarnya.
Kepala SDN Kalong Eti Rohyati membenarkan bahwa pihak sekolah sempat menerapkan sistem belajar lesehan untuk sementara karena jumlah siswa baru 40 anak melebihi kursi yang tersedia.
"Karena muridnya 40, enggak mungkin kita pasang lima meja di kelas satu. Makanya sebelum ada kursi, kita lesehan dulu sementara," kata dia.
Baca juga: Siswa Madrasah di pelosok Lebak terpaksa belajar di gubuk
