Serang (ANTARA) - Menyambut musim baru 2025/26 Persita Tangerang merilis jersey kandang dan tandang terbaru dengan mengangkat tema dari sebuah simbol dari mimpi yang tak tergoyahkan.
Jersey kandang Pendekar Cisadane musim 2025/26 merepresentasikan sebuah transformasi yang kuat. Sebuah klub yang terus berkembang, semakin matang, dan membawa kebanggaan akar budayanya menuju masa depan yang lebih berani.
Ini merupakan warna ungu tertua dan terdalam yang pernah dikenakan serta menjadi simbol kesetiaan, kekuatan, juga persatuan. Sementara itu aksen emas yang mencolok merepresentasikan keunggulan, kemenangan, dan prestise.
Motif Jacquard Kulit Naga:
Di bahan jersey ini terdapat tekstur yang berani, namun penuh makna. Motif jacquard berbentuk kulit naga ini terinspirasi dari semangat mitologis “Perahu Naga,” sebuah tradisi ikonik di Tangerang, dimana juga melambangkan ketangguhan, warisan budaya Tangerang dari masa lampau, dan kerja sama tim, di mana setiap gerakan harus mengalir selaras, seperti layaknya permainan sepak bola; satu tim, satu irama, satu tujuan.
Baca juga: Persita Tangerang mulai percaya diri hadapi Super League 2025/26
Simbolis Warna:
Ungu Tua: Representasi paling kuat dari identitas Persita. Menandakan evolusi klub yang lebih berani, tangguh, dan percaya diri.
Emas: Sebuah penghormatan terhadap ambisi klub. Mewakili impian akan kejayaan, bukan sekadar untuk hanya bersaing, tapi juga untuk menaklukkan.
Hitam: Kekuatan yang dominan.
Identitas Budaya dan Lokal:
Mulai dari motif kulit naga hingga siluet yang dirancang untuk bertarung di lapangan, jersey ini menyatukan warisan lokal dengan semangat atletik nan modern. Sebuah penghormatan terhadap akar budaya Tangerang yang kaya, sambil menyongsong masa depan dengan intensitas tanpa rasa takut.
Pesan Tersembunyi dalam Bahan:
“Forged in Passion. Worn with Pride.” (tagline of 1953 Apparel)
“Dari Sungai ke Benteng. Bersatu dalam Irama, Gagah di Medan Laga.”
Sementara untuk jersey tandang musim ini menghadirkan warna abu-abu muda yang anggun, sebuah evolusi modern dari warna putih tradisional, yang seakan menjadi kanvas bersih bagi identitas klub yang penuh kebanggaan. Dilengkapi aksen biru navy dan merah maroon, warna-warna ini menyiratkan dan pecahan dari ungu ikonik Persita, menjelaskan bahwa apapun warna jersey-nya, semangat klub tetap berakar pada identitas.
Baca juga: Persita Tangerang bergerak maju, Carlos Pena senang
T untuk Tangerang, Tradisi, Teamwork & Motif Jacquard Segitiga:
Tekstur visual yang menonjol dibentuk dari pola abstrak huruf ‘T’ yang berulang, terinspirasi dari “Tangerang, Tradition, Teamwork”, yang merupakan akar klub ini. Disusun dalam ritme berbentuk segitiga, motif ini memberikan kedalaman, pergerakan, dan struktur. Dalam dunia fashion, pola segitiga menandakan keseimbangan dan bentuk dinamis yang biasa digunakan brand-brand mewah dan memiliki khas.
Simbolis Warna:
Abu-abu Muda: Bukan sekadar warna tandang, tapi merupakan lembaran kanvas kosong untuk berekspresi. Dipilih karena fleksibel, bernuansa urban, dan mencerminkan minimalisme modern.
Biru Navy: Warna yang melambangkan ketahanan dan kepercayaan diri.
Merah Maroon: Garang namun penuh perhitungan. Warna yang penuh gairah dengan arah dan tujuan.
Detail Lengan & Tipografi:
Bagian ujung lengan menggabungkan garis biru navy yang halus dan sapuan merah maroon yang menghidupkan dasar minimalis dengan keberanian yang tenang. Ini adalah penghormatan terhadap semangat para pendukung dan semangat dalam setiap pemain Persita, baik bermain di kandang maupun tandang.
Pesan Tersembunyi dalam Bahan:
“Forged in Passion. Worn with Pride.” (tagline of 1953 Apparel)
“Ke mana pun kami pergi, warisan ini mengikuti. Bukan sekadar untuk dikenakan, tapi untuk diwakili.”
Jersey terbaru Persita musim 2025/26 player version ini sudah bisa kalian dapatkan di Persita Official Store dan juga berbagai macam marketplace dengan harga Rp 499.000, sementara untuk supporter version Rp 249.000.
Baca juga: Launching tim Persib Bandung di GBLA 2 Agustus, pesta rakyat
