Tangerang (ANTARA) - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi memberikan apresiasi terkait kebersihan dan kemandirian warga binaan (WB) di tiga lembaga pemasyarakatan (lapas) Tangerang yakni Lapas Anak dan Wanita Kelas IIA, Lapas Pemuda Kelas IIA dan LPKA Kelas I.
"Dari hasil sidak yang dilakukan hari ini, secara umum pelayanan dasar dan kebersihan di seluruh lapas dinilai sangat baik. Begitu juga dengan kemandirian di lapas berjalan aktif dan produktif," kata Dirjenpas Mashudi dalam keterangannya usai sidak ke tiga Lapas di Tangerang, Kamis.
Dalam kunjungan pertama ke Lapas Anak dan Wanita Kelas IIA Tangerang, Dirjenpas Mashudi meninjau dapur, kantin, lingkungan hunian dan area laundry.
"Dapur di sini cukup baik, makanan sesuai kualitas dan kuantitas. Hanya saja di kantin Inkopasindo belum memasang papan daftar harga di tempat umum,saya harap ini segera diperbaiki," katanya.
Baca juga: Pemkab Serang gandeng Rutan untuk percepat program keahlian warga binaan
Setelah peninjauan ke Lapas Anak dan Wanita, Dirjenpas juga mengunjungi Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang. Dalam sidak tersebut, Dirjenpas menyatakan dapur di sana cukup higienis dan bahan makanan yang disajikan juga sesuai standar kualitas dan kuantitasnya.
"Tiga kantin yang ada di sana juga telah memasang papan harga secara terbuka dengan harga seragam di seluruh kantin," ujar Dirjenpas.
Ia juga mengapresiasi kegiatan Pembinaan Kemandirian yang melibatkan 40 orang warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang meliputi empat unit kerja yaitu Konveksi kaitan baju dinas untuk beberapa Lapas,
Lalu bordir atribut seragam dengan kapasitas produksi 50–200 pcs/hari), Batik eco-print yang merupakan kerja sama dengan Yayasan Second Chance dan Celengan karakter dengan mitra Gerai Bongkeng. Dirjenpas juga sempat menikmati hidangan di Jape Coffee yang merupakan hasil karya warga binaan.
Baca juga: Anak binaan LPKA Tangerang ikuti skrining TBC hingga hepatitis
Sidak dilanjutkan ke LPKA Kelas I Tangerang dan Mashudi memuji kondisi dapur yang dalam kondisi baik. Dirinya sempat meninjau lahan yang akan digunakan untuk pelatihan kemandirian anak. "Pembinaan kemandirian di lapas-lapas tersebut juga berjalan aktif dan produktif," ujar Mashudi.
Ia berpesan kepada para kepala unit pelayanan teknis (UPT) untuk melakukan peningkatan soliditas, komunikasi terbuka, dan kewaspadaan tinggi dari petugas lapas-lapas tersebut.
"Bangun soliditas dan komunikasi serta optimalisasi pelayanan para petugas lapas namun harus tetap menjaga kewaspadaan terhadap gangguan keamanan yang mungkin timbul di masing-masing lapas," ujarnya.
Baca juga: Ditjenpas ubah stigma Lapas jadi aktif dan produktif
