Serang (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Banten, menggencarkan program edukasi ke sejumlah sekolah di wilayah hukumnya sebagai upaya preventif untuk menangkal penyebaran paham radikal dan bahaya terorisme yang menyasar kalangan generasi muda.
Kasubbid Penerangan Masyarakat (Penmas) Bidang Humas Polda Banten, AKBP Meryadi, di Serang, Jumat, menyatakan program ini dirancang untuk membentengi para pelajar dengan pemahaman yang benar dan komprehensif mengenai ancaman ideologi yang dapat merusak masa depan bangsa.
"Program ini merupakan bagian dari upaya preventif Polri. Kami menyasar lingkungan pendidikan karena pelajar merupakan kelompok usia yang rentan terhadap paparan paham radikal, terutama melalui media digital," ujarnya.
Baca juga: SPPG Polresta Tangerang siap akomodir MBG untuk 4.081 pelajar
Sebagai salah satu wujud nyata dari program tersebut, Polda Banten bekerja sama dengan SMAN 2 Kota Serang menggelar sosialisasi dan pencegahan dalam rangka penanggulangan terorisme atau radikalisme dan intoleransi.
"Untuk materi yang disampaikan mencakup pengenalan ciri-ciri paham radikal, metode penyebarannya, serta cara-cara preventif yang dapat dilakukan oleh pelajar dalam kehidupan sehari-hari," imbuhnya.
Polda Banten berharap edukasi ini terus berlanjut dan diperluas jangkauannya. Diharapkan, sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan mampu membentuk karakter generasi muda yang cinta tanah air, toleran, dan menjadi garda terdepan dalam melawan segala bentuk ideologi yang mengancam keutuhan NKRI.
Pihak sekolah menyambut baik inisiatif yang dilakukan Polda Banten. Wakil Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Serang, Sulaiman, mengungkapkan rasa bangga nya karena sekolahnya menjadi bagian dari program penting ini.
"Kegiatan ini sangat penting untuk menambah wawasan para siswa tentang bahaya paham radikal yang kini mengincar generasi muda," kata Sulaiman.
Baca juga: Polresta Bandara Soetta bongkar sindikat internasional vape narkoba
Dampak positif dari program ini dirasakan langsung oleh para siswa. Aditya, salah seorang peserta, mengaku wawasannya menjadi lebih terbuka mengenai pentingnya persatuan.
"Saya bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini. Banyak ilmu baru yang saya dapatkan, khususnya tentang pentingnya menjaga persatuan, mencegah radikalisme, dan menghargai perbedaan," ungkapnya.
Aditya menambahkan, pemahaman tentang kebangsaan menjadi bekal utama bagi pelajar serta membuka pikiran meskipun berbeda suku dan agama tetap menjadi satu.
"Sebagai pelajar, kami harus menjadi contoh dalam menciptakan lingkungan yang damai dan saling menghormati," tegasnya.
Baca juga: Pelanggar lalu lintas di Tangerang didominasi pengendara motor
