Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kota Tangerang mengajak perusahaan-perusahaan untuk aktif mengintegrasikan program kesehatan seperti skrining kesehatan bagi karyawan ke dalam kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk mencegah TBC.
"Kami mengajak para pimpinan perusahaan agar menjadikan isu TBC sebagai bagian dari prioritas. Langkah kecil seperti pemeriksaan rutin, edukasi, dan lingkungan kerja yang sehat bisa berdampak besar," kata Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan di Tangerang Jumat.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan dunia usaha sebagai mitra strategis pemerintah dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan bebas TBC.
"TBC tidak hanya persoalan medis, tetapi juga sosial dan ekonomi. Lingkungan kerja menjadi salah satu titik rawan penularan. Oleh karena itu, dunia usaha harus menjadi bagian penting dari solusi," katanya.
Baca juga: Dinkes Kota Tangerang jadikan pelajar agen perubahan pencegahan TBC
Ia mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menanggulangi penyebaran Tuberkulosis (TBC).
Misalnya saja Pemkot Tangerang telah menggandeng 34 rumah sakit swasta untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan skrining TBC secara dini.
Program ini dirancang untuk mempermudah masyarakat, termasuk para pekerja, mendapatkan layanan kesehatan yang cepat, terjangkau, dan berkualitas.
"Kami arahkan agar masyarakat, termasuk pekerja di perusahaan, tidak kesulitan dalam melakukan deteksi dini TBC. Ini adalah bentuk konkret pemerintah hadir bersama masyarakat dan pelaku usaha," katanya.
Baca juga: 600 pasien TBC di Kota Tangerang diberi makanan tambahan
Ia juga menekankan pentingnya menghapus stigma terhadap pengidap TBC. Edukasi kepada pekerja dan komunitas menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang mendukung proses penyembuhan.
"TBC bisa disembuhkan. Yang dibutuhkan adalah dukungan, bukan diskriminasi. Perusahaan bisa menjadi tempat yang inklusif, yang memberi ruang bagi karyawan untuk sembuh dan bangkit," ujarnya.
Perlu diketahui Dinas Kesehatan Kota Tangerang telah mencanangkan Active Case Finding atau mencari kasus TBC selama satu tahun untuk menemukan kasus sebanyak mungkin.
Baca juga: Dinkes Kota Tangerang canangkan pencarian kasus TBC selama satu tahun
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengatakan untuk mendukung program tersebut, Pemkot telah menyediakan aplikasi Ransel TBC untuk masyarakat melakukan skrining mandiri.
Kemudian petugas melakukan pemeriksaan kepada terduga dengan menggunakan rontgen mobile. Setelah itu, akan dilakukan tes lagi dengan Tes Cepat Molekuler untuk memastikan hasilnya.
"Jika ditemukan positif, maka akan dilakukan pengobatan hingga sembuh," kata dr Dini
Ransel TBC juga akan dimasifkan ke sekolah-sekolah untuk melihat adanya indikasi anak-anak yang terpapar. Maka, kolaborasi dengan OPD terkait juga dibutuhkan dengan Dinas Pendidikan.
"Kami harap, upaya yang kami lakukan dapat menurunkan angka prevalensi TBC, dan tidak hanya di urusan kesehatan saja tetapi juga kolaborasi dalam lintas sektor seperti lingkungan, sosial ekonomi, dan keterlibatan masyarakat dalam menurunkan angka TBC," katanya.
Baca juga: Penyebaran TBC di Lapas disebut miliki risiko 10 kali lebih tinggi
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026