Tangerang (ANTARABanten) - Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Banten, meliburkan kegiatan belajar-mengajar seluruh sekolah di daerah itu, saat pencoblosan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Banten.
"Seluruh kegiatan belajar-mengajar para siswa diliburkan saat pencoblosan pada 22 Oktober 2011," kata Kepala Bidang Menengah pada
Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan Dedi Rafidi di Tangerang, Kamis.
Menurut dia, kegiatan belajar-mengajar diliburkan untuk semua tingkatan yakni mulai dari SD, SMP dan SMA, baik negeri maupun swasta.
Tujuan diliburkannya para siswa tersebut, kata dia, sebagai bagian dari menyukseskan pemilihan kepala daerah.
"Karena siswa tingkat SMA sudah memiliki hak suara, maka kegiatan belajar-mengajar diliburkan. Termasuk siswa lainnya sebagai bentuk dalam menyukeskan pelaksaan Pilgub," katanya.
Sejumlah ruangan kelas pada beberapa sekolah di daerah itu, juga digunakan sebagai tempat pemungutan suara serta penghitungan suara.
"Ada juga sebagian guru yang menjadi anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) yang Tempat Pemungutan Suara (TPS)-nya di sekolah," katanya.
Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, saat ini ada 236 sekolah terdiri atas 208 sekolah dasar, 17 sekolah menengah pertama, dan 11 sekolah menengah atas.
Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Tangerang Selatan Iman Perwira Bachsan memastikan seluruh logistik pemilihan gubernur dan wakil gubernur Banten sudah didistribusikan.
Iman menambahkan, bila jumlah Tempat Pemungutan Suara di Kota Tangerang Selatan berjumlah 1.950 titik yang tersebar di tujuh kecamatan.
Terkait dengan sistem pengamanan logistik yang didistribusikan, Iman menjelaskan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian untuk mengawal logistik.
Khususnya kertas suara yang jumlahnya sebanyak 766.528 lembar. Jumlah tersebut sudah diperhitungkan kelebihan 2,5 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 747.832 orang.
Pemilihan gubernur dan wakil gubernur Banten periode 2012-2017 digelar 22 Oktober 2011 diikuti tiga pasangan calon, yakni Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno, Wahidin Halim-Irna Narulita dan Jazuli Juwaeni-Makmun Muzakki.
