Bank BTN akan terus berinovasi agar dapat meningkatkan pembiayaan di sektor perumahan.
Jakarta (ANTARA) - Jajaran direksi dan komisaris PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk yang baru ditetapkan dalam RUPST menyatakan optimis bakal meraih target 2021 termasuk mendukung program perumahan pemerintah.

Corporate Secretary BTN, Ari Kurniawan dalam keterangannya, Selasa, mengatakan perseroan menargetkan laba bersih dapat mencapai Rp2,5 hingga Rp2,8 triliun.

"Kami optimis dapat mencapai target bisnis di tahun ini ditopang manajemen yang solid," ujar Ari. 

Ari juga menyatakan bakal tetap mempertahankan posisi sebagai The Best Mortgage Bank in Southeast Asia in 2025 didukung infrastruktur perumahan yang kuat dan inovasi yang terus kami lakukan sehingga dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat Indonesia memiliki hunian yang terjangkau dengan mudah.

Beberapa target kinerja keuangan yang juga ditetapkan Bank BTN yakni kredit dan pembiayaan dibidik naik sebesar 7%-9%. Dana Pihak Ketiga pun ditargetkan berada dalam pertumbuhan yang sejajar dengan kredit atau dikisaran 7%-9%.

Sementara itu, dalam RUPST tersebut juga disepakati penunjukkan jajaran pengurus baru manajemen perseroan. 

Pemegang saham memutuskan memberhentikan dengan hormat Pahala Nugraha Mansury selaku Direktur Utama Bank BTN dan Yossi Istanto dari posisi sebagai Direktur Human Capital, Legal, and Compliance.

RUPST juga memutuskan mengangkat Haru Koesmahargyo sebagai Direktur Utama Bank BTN. Pemegang saham juga mengangkat Nofry Rony Poetra sebagai Direktur Finance, Planning, and Treasury dan Eko Waluyo selaku Direktur Compliance and Legal.

RUPST Bank BTN 2020 juga mengangkat Iqbal Latanro sebagai Wakil Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen. 

Menurut Ari, perseroan menyambut positif susunan pengurus yang baru tersebut. Bisnis BTN, lanjutnya, akan tetap berjalan normal dengan tetap mendukung program perumahan nasional sebagai core business Bank BTN.

Selain itu, Ari mengungkapkan Bank BTN juga akan terus berinovasi agar dapat meningkatkan pembiayaan di sektor perumahan. Apalagi, sektor perumahan memiliki multiplier effect terhadap 174 sektor lainnya, sehingga dapat menjadi lokomotif pendorong perbaikan ekonomi nasional. 

"Kami optimistis jajaran baru ini juga akan solid membawa Bank BTN mendukung program pemerintah yakni Sejuta Rumah dan PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional)," kata Ari.

Susunan komisaris BTN hasil RUPST Rabu (10/3) meliputi Chandra Hamzah (Komisaris Utama), Iqbal Latanro (Wakil Komisaris Utama), sedangkan anggota komisaris terdiri dari: Eko Djoeli Heripoerwanto, Heru Budi Hartono, Andin Hadiyanto, Armand Bachtiar Arief, dan Ahdi Jumhari Luddin.

Sedangkan susunan direksi meliputi Haru Koesmahargyo (Direktur Utama), Nixon LP Napitupulu (Wakil Direktur Utama), Hirwandi Gafar (Direktur Consumer and Commercial Lending),  Nofry Rony Poetra (Direktur Finance, Planning, and Treasury),  Eko Waluyo (Direktur Compliance and Legal), Elisabeth Novie Riswanti (Direktur Wholesale Risk and Asset Management), Andi Nirwoto (Direktur Operation, IT, and Digital Banking), Jasmin (Direktur Distribution and Retail Funding), Setiyo Wibowo (Direktur Risk Management and Transformation).
 

Pewarta: Ganet Dirgantoro
Editor : Ridwan Chaidir

COPYRIGHT © ANTARA 2026