Tangerang (ANTARABanten) - Setiap kelurahan di Kota Tangerang, Banten, harus memiliki sumur bioretensi sebagai upaya mengurangi banjir di wilayah ini akibat daerah resapan air semakin mengecil karena dibangun perumahan dan pusat perbelanjaan.
"Sebagai percontohan, maka setiap kelurahan harus membuat sumur bioretensi, karena lokasi resapan air semakin berkurang mengantisipasi banjir," kata Wali Kota Tangerang H Wahidin Halim, Kamis.
Ia mengatakan aparat kelurahan merupakan garda terdepan dalam memberikan contoh untuk penanggulangan banjir, maka diharapkan dapat ditiru warga.
Pernyataan tersebut terkait Pemkot Tangerang berupaya mengatasi banjir yang setiap tahun melanda wilayah ini akibat kurangnya areal resapan air sehingga membangun sejumlah sumur bioretensi.
Namun, sumur bioretensi adalah sumur yang menerapkankan bioretensi, merupakan teknologi aplikatif yang menggabungkan unsur tanaman, "green water" (air yang tersimpan di pohon) dan "blue water" (air dari mata air, sungai dan danau) dalam suatu bentang lahan dengan semaksimal mungkin meresapkan air ke dalam tanah.
Sumur bioretensi dapat digunakan untuk mengatasi banjir dengan mengendalikan air limpahan sekaligus memanen air hujan pada musim kemarau.
Menurut dia, pada daerah resapan air saat ini banyak yang telah berubah fungsi karena kebutuhan penduduk terhadap perumahan.
Pemkot Tangerang, kata dia tidak dapat menghalangi warga untuk membangun rumah pada lahan sendiri karena sudah merupakan kebutuhan terhadap papan.
Jika Pemkot Tangerang melarang warga membangun rumah, apalagi di lokasi resapan maka dianggap sebagai pelanggaran hak, ini dapat dikatakan sebagai dilema, katanya.
Dia menambahkan, untuk mengantisipasi banjir akibat meluapnya Kali Cisadane dan beberapa anak sungai lainnya maka salah satu upaya membuat sumur bioretensi.
Adapun cara pembuatan sumur bioretensi yaitu menggali tanah seluas minimal satu meter persegi dengan kedalaman 2,7 meter, kemudian isi bagian dasar sumur dengan batu kali dan ijuk setinggi 1,7 meter untuk menahan fondasi.
Pada tiap-tiap sisi dinding bagian atas pasang buis (cetakan beton) seluas satu meter persegi dengan empat lubang, lalu masukkan batu kali dan ijuk kedalam lubang buis beton untuk menghindari masuknya sedimen tanah kedalam sumur.
Bahkan sumur bioretensi dapat dibuat di halaman rumah, selokan, trotoar, taman, lahan parkir dan gang-gang sempit padat penduduk.
