Pandeglang (ANTARABanten) - Saat ini banyak penggilingan padi di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten yang tutup, akibat ketiadaan gabah dari petani.
Pantauan Jumat menunjukkan, beberapa unit penggilingan padi di Kecamatan Karangtanjung dan Koroncong Kabupaten Pandeglang, tutup dan tidak ada kegiatan apapun di tempat itu.
Di Kecamatan Karangtanjung cukup banyak penggilingan padi, diantaranya di Kampung Pagadungan, Kadudampit, Lebak Seureuh, dan Purbasari.
Demikian juga di Kecamatan Koroncong, usaha penggilingan padi di antaranya berada di Kampung Nangerang, Cipacung, Cipatik, Tegalongok, dan Pasir Embe.
Seluruh penggilingan padi itu, tidak ada yang buka, bahkan menurut pengakuan para pemiliknya, mesin heler tersebut sudah tidak beroperasi dalam sepekan terakhir ini.
"Sudah sepekan tidak berperasi, karena tidak ada gabah yang akan digiling," kata Yoyon, pengelola penggilingan padi di Kampung Purbasari, Kecamatan Karantanjung.
Menurut Yoyon, penggilingan hanya melayani gilingan padi dari masyarakat dan mendapat uang jasa giling sebesar Rp300/kg. "Kita hanya menggiling padi masyarakat, sekarang sedang musim tanam, jadi tidak ada sama sekali padi yang digiling," katanya.
Ubed, pengelola penggilingan padi di Kampung Pagadungan Kecamatan Karangtanjung, juga menyatakan hal yang sama. Akibat ketiadaan padi mesinya sudah tidak "jalan" hampir sepakan terakhir ini.
"Penggilingan saya, selain melayani gilingan padi masyarkat juga, milik sendiri, tapi sekarang padinya tidak ada, jadi diistirahatkan dulu," ujarnya.
Nurman, pemilik penggilingan padi di Kampung Kadudampit Kecamatan Korocong, juga mengaku gabah yang beberapa bulan lalu dibelinya dari petani telah habis, sehingga mesin heler-nya tidak lagi beroperasi.
"Selain melayani masyarakat, saya juga menggiling padi milik sendiri hasil pembelian dari warga, tapi sekarang sudah habis jadi mesin tak beroperasi," katanya.
