Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Banten melakukan pemblokiran rekening secara serentak terhadap 84 Wajib Pajak (WP) guna menagih tunggakan pajak dengan nilai total mencapai Rp330 miliar.
Kepala Kanwil DJP Kemenkeu Banten, Aim Nursalim Saleh di Serang, Selasa, mengatakan bahwa tindakan pemblokiran rekening ini merupakan langkah nyata penegakan hukum di bidang perpajakan yang bertujuan mengamankan penerimaan negara, sekaligus mendorong penyelesaian utang pajak oleh WP.
"Diharapkan tindakan ini dapat memberikan efek jera (deterrent effect) kepada para penunggak pajak sekaligus meningkatkan kesadaran dan kepatuhan seluruh Wajib Pajak untuk memenuhi kewajiban perpajakan," ujarnya.
Baca juga: Kanwil DJP Banten tetapkan lima tersangka penggelapan pajak Rp580 miliar
Tindakan blokir rekening tersebut dilaksanakan terkoordinasi pada tanggal 18 hingga 22 Mei 2026 yang melibatkan 12 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di lingkungan Kanwil DJP Banten. Pemblokiran menyasar rekening para penunggak yang tersebar di 15 bank, baik bank milik negara maupun swasta nasional.
Adapun total tunggakan dari 84 Wajib Pajak yang menjadi sasaran penagihan aktif ini tercatat sebesar Rp330 miliar.
Menurut Aim, besaran nilai tersebut menunjukkan masih adanya potensi penerimaan negara yang perlu diamankan melalui langkah hukum yang berkesinambungan.
Dalam pelaksanaannya, operasi ini mengusung tema "Gerak Serentak Penagihan Pajak: Cepat, Tepat dan Berdampak". Tema ini menjadi cerminan komitmen DJP dalam melaksanakan tindakan penagihan aktif secara profesional, terukur, dan berdampak nyata bagi kepatuhan perpajakan sesuai perundang-undangan.
Ke depan, Kanwil DJP Banten menegaskan terus melakukan pengawasan dan penegakan hukum secara optimal. Kendati mengambil langkah tegas, DJP Banten tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif agar Wajib Pajak dapat melaksanakan kewajiban secara benar, lengkap dan tepat waktu.
Baca juga: Per 6 April, pelaporan SPT Tahunan capai 10,85 juta
Editor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2026