Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading Regional Jawa Bagian Barat Fuel Terminal (FT) Bandung Group menunjukkan kontribusinya terhadap lingkungan dengan melakukan peresmian Program Keanekaragaman Hayati _Greenpartner_ 8.0 dan Taman Polinator Kupu-Kupu di Taman Kehati Kiarapayung, Sukasari, Kabupaten Sumedang pada Jumat (18/8). 

Hadir dalam kegiatan tersebut FT Manager Bandung Group, Takim, Kepala Bidang Konservasi Lingkungan Dan Pengendalian Perubahan Iklim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat, Maria Angela Novi Prasetiati, Kepala Bidang Ekonomi dan Pembangunan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat (BP2D), Erlina Dalisaputra, peneliti BP2D, Wara Asfiya, Peneliti Badan Riset Inovasi Sosial (BRIN), Djunijanti Peggie, Kepala Desa Sindangsari, Satgas Citarum, dan Ketua RW 08 Sindangsari.

Baca juga: Resmikan Program TJSL, Pertamina Dorong Kolaborasi Multi-stakeholder Pengelolaan Sampah di Kawasan Bantar Gebang

Program _Greenpartner_ merupakan salah satu bentuk kolaborasi efektif Pertamina dengan DLH Provinsi Jawa Barat yang menitikberatkan pada proses konversi emisi gas buang dan menurunkan pencemaran udara. Program yang dilaksanakan tahun ini merupakan pengembangan dari Program _Greenpartner_ 7.0 yang telah dilaksanakan sebelumnya, yakni kegiatan penanaman tanaman endemik langka dan peletakan patok permanen rosot karbon (tempat penyimpanan karbon/ _carbon sink_) pada tahun 2022 lalu.

“Program ini merupakan sarana ilmu pengetahuan dan penelitian satu pintu dan multi sektor sinergi antara Pertamina dan DLH yang hasilnya akan menjadi rekomendasi dalam menentukan kebijakan. BP2D dan BRIN mengungkapkan adanya potensi ekowisata dan kelayakan taman kehati sebagai taman polinator. Simbiosis mutualisme dan kesehatan taman kehati Kiarapayung serta sebagai edukasi dan potensi ekonomi,” ungkap Erlina Dalisaputra.

Fuel Terminal Manager Bandung Group, Takim menyatakan bahwa program ini merupakan salah satu program kerjasama pentahelix antara Pertamina dan Pemerintah Daerah (DLH) dan merupakan salah satu program TJSL Perusahaan di bidang lingkungan. Harapannya program tersebut mampu memberikan manfaat positif terhadap fungsi hidrologis dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
 
Program _Greenpartner_ merupakan salah satu bentuk kolaborasi efektif Pertamina dengan DLH Provinsi Jawa Barat yang menitikberatkan pada proses konversi emisi gas buang dan menurunkan pencemaran udara. ANTARA/Pertamina

Dimulai sejak 2020, kegiatan yang dilaksankan berupa penanaman, pengayaan, dan penyulaman jenis tanaman lokal, langka dan endemik di Jawa Barat. Kegiatan penelitian rosot karbon yang merupakan hasil kerjasama dengan BP2D dan BRIN, serta pembaharuan dalam pembuatan taman kupu-kupu. Inovasi taman kupu-kupu bertujuan untuk membantu penyerbukan tanaman dan meningkatkan keseimbangan ekosistem agar terus terjaga pelestariannya. 

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Regional JBB Raih Puluhan Penghargaan di ENSIA Award 2023

Area Manager Communication, Relations & CSR, Eko Kristiawan menyampaikan bahwa program _Greenpartner_ hasil kerjasama antara FT Bandung Group dengan DLH Provinsi Jawa Barat yang telah dimulai sejak tahun 2020 itu diharapkan dapat berkelanjutan untuk bersinergi dengan banyak pihak dalam rangka mengkonversi emisi gas buang menjadi bagian dari penghijauan, serta memenuhi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau _Sustainable Development Goals (SDGs)_ poin ke-15.

“Sejalan dengan kontribusi dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan _(SDGs)_ melalui program _Greenpartner_ ini, kami berkomitmen penuh dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Pelaksanaan program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, serta turut memberikan perubahan positif di sektor pariwisata dan ekonomi lokal,” kata Eko. 

Baca juga: Uji tanggap darurat, Pertamina Patra Niaga Regional JBB lakukan simulasi di SPBE
 

Pewarta: Sambas

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2023