Kepala  Bidang Pembinaan Nelayan Kecil Dinas Perikanan Kabupaten Lebak  Rizal Ardiansyah mengatakan kualitas udang vaname  pesisir selatan Lebak masuk kategori terbaik di dunia. 

"Pemerintah daerah terus mengoptimalkan pembinaan terhadap nelayan agar mengembangkan  budi daya udang vaname, karena permintaan pasar cenderung meningkat. Kami minta nelayan dapat mengembangkan budi daya udang vaname, " kata Rizal di Lebak, Jumat. 

Baca juga: Pemkot Tangsel luncurkan "Ngider Sehat" untuk bantu warga menuju faskes
Baca juga: BPBD Kabupaten Lebak minta warga pegunungan/perbukitan waspada longsor


Pembinaan nelayan itu agar mereka termotivasi untuk mengembangkan usaha budi daya udang vaname. 

Mereka nelayan di sini sejak turun temurun mengandalkan ikan tangkapan, sedangkan  ikan tangkapan terkadang dilanda cuaca buruk. 

Nelayan terpaksa tidak melaut atau menganggur jika  gelombang tinggi disertai angin kencang untuk menghindari kecelakaan laut.

Untuk itu, nelayan pesisir selatan dapat mengembangkan usaha budi daya udang vaname untuk meningkatkan pendapatan ekonomi. 

Bahkan, produksi udang vaname dari pesisir selatan Kabupaten Lebak masuk kategori terbaik di dunia. 

Sebab, pesisir selatan Lebak itu berhadapan Perairan Samudera Hindia dengan memiliki kualitas air laut yang cukup bagus. 

Produksi udang pesisir selatan Kabupaten Lebak masuk kategori terbaik di dunia.

"Kami menerima laporan bahwa udang vaname pesisir selatan Lebak diekspor, " katanya menjelaskan. 

Menurut dia, produksi udang vaname bisa dipanen selama tiga bulan dan bisa menghasilkan produksi 25 ton dengan luas lahan 2000 meter persegi. 

Saat ini, kata dia, harga udang vaname berkisar antara Rp60 ribu sampai Rp90 ribu/kg dan tergantung ukuran. 

Pendapatan budi daya itu dipastikan dengan lahan seluas 2000 meter persegi bisa menghasilkan Rp1, 5 miliar/ musim. 

"Kami berharap nelayan dapat mengembangkan budi daya udang paname untuk meningkat kan kesejahteraan keluarga," katanya menjelaskan.

Ia mengatakan, saat ini, puluhan perusahaan atau investor budi daya udang vaname di pesisir selatan Lebak berkembang, karena permintaan pasar ekspor meningkat. 

Perusahaan udang vaname di pesisir selatan Lebak itu minimal di lahan tiga sampai 10 hektare. 

Kemungkinan besar  para investor akan banyak menanamkan modalnya di pesisir selatan Lebak sehubungan beroperasi jalan tol seksi 1 Rangkasbitung - Serang.

"Kami optimistis dengan berkembangnya perusahaan besar dapat  menjalin kerja sama dengan pembudidaya nelayan, " katanya. 

Pewarta: Mansyur suryana

Editor : Sambas


COPYRIGHT © ANTARA News Banten 2021