Lebak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lebak gencar melakukan kegiatan gerakan pangan murah (GPM) dan operasi pasar (OP) untuk menekan inflasi sehingga dapat menstimulasi harga bahan pokok di pasaran.
"Kami meyakini melalui kegiatan itu dapat meningkatkan daya beli masyarakat," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lebak, Widy Ferdian di Lebak dalam keterangan di Rangkasbitung, Selasa.
Pemerintah Kabupaten Lebak berkolaborasi yang melibatkan pengusaha distributor bahan pokok juga Bulog untuk melaksanakan kegiatan GPM dan OP serta Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Untuk kegiatan GPM itu dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang), sedangkan OP oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat serta Bulog.
Baca juga: Pemkot Tangerang siapkan operasi pasar jelang Idul Adha
Selain itu, Bapanas menyalurkan bahan pokok untuk masyarakat miskin kategori Desil 1 dan 5.
"Semua kegiatan itu dalam upaya menekan inflasi, sehingga harga bahan pokok relatif stabil dan memenuhi permintaan konsumsi masyarakat," katanya menjelaskan.
Menurut dia, pemerintah daerah juga mengoptimalkan penyerapan gabah petani yang dilakukan oleh perusahaan daerah yakni "Lebak Niaga".
Selain itu juga melakukan gerakan percepatan tanam menghadapi "Godzilla El Nino” yang diperkirakan memicu peningkatan suhu panas dan kekeringan di wilayah Kabupaten Lebak.
Pemerintah Kabupaten Lebak juga memiliki cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD).
Pengoptimalan penyerapan gabah dan percepatan tanam serta CPPD dapat menekan inflasi.
Baca juga: Pemkab Tangerang distribusi 2.000 paket sembako murah untuk masyarakat
Berdasarkan inflasi pada awal Mei 2026 relatif normal mencapai 2,0 persen atau di bawah nasional 2,51 persen juga di bawah provinsi 2,49 persen.
"Kami minta petani dapat mengoptimalkan lahan untuk ditanami padi, hortikultura dan palawija untuk memenuhi ketersediaan pangan masyarakat" kata Widi.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak Imam Rismahayadin mengatakan pihaknya pekan ini melakukan GPM di Kecamatan Wanasalam untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan sebelumnya di beberapa lokasi di Rangkasbitung.
"Kami melakukan GPM itu dilakukan di 28 kecamatan dan stok CPPD yang ada sebanyak 117 ton," katanya.
Baca juga: Pemkab Tangerang subsidi harga pangan untuk tekan inflasi
Pewarta: Mansyur suryanaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026