Lebak (ANTARA) - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lebak gencar melakukan pemeriksaan lapak penjualan hewan kurban guna memberikan jaminan kesehatan dan higienis untuk Idul Adha 1447 Hijriah 2026.
"Semua petugas pemeriksa kesehatan hewan ternak di semua 28 kecamatan," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Disnakeswan Kabupaten Lebak drh Hanik Malichatin saat dihubungi di Rangkasbitung, Lebak, Minggu.
Pemeriksaan kesehatan hewan ternak tersebut untuk memberikan keamanan kepada masyarakat pada Hari Raya Idul Adha 2026, sehingga semua ternak seperti domba, kambing, sapi dan kerbau layak dikonsumsi manusia.
Petugas melakukan penyisiran ke setiap penjualan hewan kurban, ternak dari luar daerah harus dilengkapi dokumen kesehatan yang dikeluarkan pemerintah daerah bersangkutan.
Baca juga: DKP Kota Tangerang terjunkan tim data lapak hewan kurban
Dalam pemeriksaan kesehatan hewan ternak di lapak penjualan jika hasilnya sehat maka diberikan tanda kalung dan jika sakit dilakukan isolasi untuk penyembuhan.
Sedangkan, ternak dari luar daerah jika tidak dilengkapi dokumen maka ditolak untuk melindungi peternakan di daerah ini agar terbebas dari berbagai penyakit.
"Kami sampai saat ini belum ditemukan kondisi hewan ternak di lapak penjualan sakit," katanya menjelaskan.
Menurut dia, selain pemeriksaan kesehatan hewan ternak juga dilakukan pemberian obat vitamin hewan di lapak penjualan.
Pemeriksaan kesehatan hewan ternak gencar dilakukan mulai tanggal 10 sampai 26 Mei 2026.
Baca juga: Pemkab Tangerang siapkan juru sembelih halal untuk Idul Adha
Berdasarkan data lapak penjual hewan kurban tahun ini sebanyak 144 lokasi tersebar di 28 kecamatan.
Namun , pengawasan dokumen lalu lintas hewan ternak kurban dari luar daerah dilakukan berjenjang tingkat nasional melalui karantina, provinsi melalui cek point, kabupaten melalui perdagangan hewan kurban.
Selain itu pihaknya juga melakukan pengawasan sebelum hewan kurban disembelih.
Tim petugas akan memeriksa kesehatan antemortem untuk memastikan bahwa hewan-hewan tersebut bebas dari penyakit.
"Kami juga melakukan pemeriksaan post-mortem setelah penyembelihan untuk memastikan daging yang didistribusikan kepada masyarakat adalah sehat dan halal," katanya.
Sementara itu, sejumlah pedagang hewan kurban di Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku bahwa mereka siap dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh petugas Disnakeswan setempat dan kondisinya sehat serta layak dikonsumsi manusia.
Pemeriksaan kesehatan hewan ternak kurban sangat mendukung untuk kepercayaan konsumen sehingga berdampak terhadap omzet penjualan.
"Kami menjamin ternak domba dan sapi yang dijual itu kondisinya sehat karena didatangkan dari Jawa Barat yang ketat dilakukan pemeriksaan kesehatan ternak itu," kata Maman, seorang pedagang hewan ternak di Rangkasbitung Kabupaten Lebak.
Baca juga: Pemkab Serang gandeng PT KAF untuk potong 1.000 hewan kurban serentak
Pewarta: Mansyur suryanaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026