Tangerang (ANTARA) - Anggota DPRD Kota Tangerang Jusman Said mendorong perluasan kerjasama kemitraan dengan dunia usaha dan industri terkait penempatan tenaga kerja yang usai mengikuti pelatihan maupun job fair.
"Jadi Disnaker bisa lebih mengetahui kebutuhan dunia industri terhadap tenaga kerja yang dibutuhkan sehingga masyarakat yang sudah ikut pelatihan bisa diterima kerja," kata Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang Jusman Said dalam keterangannya di Tangerang, Kamis.
Sedangkan untuk program job fair, lanjut Jusman, juga dibutuhkan kepastian daya tampung industri agar masyarakat yang mendaftar mendapat peluang kerja yang pasti.
Baca juga: Masyarakat Tangerang diimbau antisipasi penipuan rekrutmen tenaga kerja
Sebab peminat masyarakat mengikuti job fair yang diselenggarakan oleh Disnaker Kota Tangerang secara offline maupun online sangat besar. Sehingga daya tampung oleh industri pun harus besar.
“Kami mendorong agar program seperti ini terus diperluas cakupannya," ujarnya.
Selain itu, DPRD Kota Tangerang juga ingin memastikan tenaga kerja dari kelompok disabilitas berhak atas perhatian dan kesempatan yang setara.
Maka itu DPRD Kota Tangerang berkomitmen untuk terus mengawal keberlanjutan program-program inklusif melalui penguatan regulasi dan dukungan kebijakan.
"Kami mengapresiasi adanya pelatihan kerja dan job fair yang melibatkan penyandang disabilitas sebagai langkah konkret dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkeadilan," ujarnya.
Baca juga: Disabilitas kerja di perusahaan bentuk hak setara berkarya
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan mengatakan Program Gampang Kerja berhasil menyerap 430 calon pekerja profesional untuk menjalani program On The Job Training atau magang di 11 perusahaan sepanjang 2025.
Capaian lain dari Program Gampang Kerja selama 2025 yakni Pemkot Tangerang berhasil menyerap 2.034 pencari kerja lewat program Job Fair dan menyalurkan 6.206 pencari kerja lewat 116 Bursa Kerja Khusus (BKK)
Berdasarkan data BPS, program unggulan Gampang Kerja berhasil menurunkan angka pengangguran terbuka yakni dari 5,92 persen di 2024 menjadi 5,88 persen pada 2025.
”Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung program Gampang Kerja selama setahun ini. Hasilnya luar biasa, Program Gampang Kerja berjalan sangat efektif dalam menyediakan lapangan pekerjaan dan menurunkan angka pengangguran di Kota Tangerang,” ujar Ujang.
Baca juga: Ciptakan lapangan kerja, Kemnaker perkuat kolaborasi talenta dan industri
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026