Serang (ANTARA) - Industri penyelaman dunia kini tak lagi sekadar bicara soal bisnis dan hobi. Memasuki babak baru, pameran selam internasional paling otoritatif di Asia-Pasifik, DRT SHOW Indonesia 2026, resmi hadir membawa misi besar: menanamkan "gen konservasi" ke dalam nadi industri kelautan.
Bertempat di ICE BSD City, Tangerang , mulai 17 hingga 19 April 2026, ajang ini mengusung kampanye "Penjaga Biru". Tidak sendirian, DRT SHOW merangkul sembilan organisasi konservasi laut utama di Indonesia untuk mengubah wajah edukasi lingkungan menjadi lebih dinamis melalui konsep edutainment (edukasi hiburan).
Jason Chong, Pendiri sekaligus CEO LX Development Group, menegaskan bahwa kesehatan laut adalah fondasi masa depan industri selam. Baginya, pameran tidak boleh hanya menjadi pertemuan komersial yang kaku atau deretan ceramah yang membosankan.
"Edukasi tidak seharusnya menjadi ruang kelas yang suram. Di Indonesia tahun ini, kami menghadirkan interaksi gamifikasi untuk membuka perspektif ekologis baru," ujar Jason Chong dalam keterangan tertulisnya.
Melalui tantangan interaktif, lokakarya kreatif, dan permainan pemecahan misteri ekologis di berbagai gerai LSM, pengunjung diajak menyerap pengetahuan konservasi profesional di tengah suasana eksplorasi yang menyenangkan.
Baca juga: Yuk ke DRT SHOW 2026 di ICE BSD, surga pencinta dunia bawah laut
Dalam debutnya di Indonesia, DRT SHOW menjalin hubungan erat dengan kelompok konservasi paling aktif guna mengkurasi aktivitas edukatif yang spesifik:
1. Ecoway Conservation: Mengelola Kids Zone untuk pencerahan ekologis orang tua dan anak.
2. Seasoldier
3. Divers Clean Action (DCA): Mengampanyekan pengurangan plastik melalui kompetisi kreatif.
4. Ocean Gardener
5. Indo Coral Conservation: Menampilkan restorasi terumbu karang dari perspektif teknis.
6. Tompotika Foundation,
7. Eco Hero Nusa Penida,
8. Trilogy Ocean Conservation,
9. Sorce
Baca juga: Pelajar asal Tangerang ciptakan alat deteksi gizi MBG berbasis AI
Salah satu sorotan utama adalah Kids Zone yang dirancang khusus untuk menanamkan kecintaan pada laut sejak dini. Model "Belajar Bersama Orang Tua-Anak" ini diharapkan mampu menjadi katalisator tindakan nyata yang dibawa hingga ke lingkungan rumah.
"Kami percaya master bawah air sejati harus melihat diri mereka sebagai penjaga, bukan predator," tambah Jason.
Selain edukasi, pameran ini menampilkan Ocean Star Underwater Photo Gallery yang memamerkan 50 karya memukau. Namun, DRT SHOW menerapkan standar ketat: karya yang diambil dengan cara mengganggu habitat atau perilaku biota laut dilarang keras untuk ditampilkan.
Tak hanya soal lingkungan, pengunjung juga dapat melihat inovasi teknologi terbaru, mulai dari perangkat pintar HUAWEI hingga peralatan selam dari TUSA.
Kehadiran DRT SHOW Indonesia 2026 menjadi titik awal bagi "Dekade Emas" keberlanjutan industri kelautan Indonesia, di mana perdagangan dan konservasi tumbuh beriringan demi menjaga perairan biru bagi generasi masa depan.
Baca juga: Ice Ring Airdome pertama di Asia Tenggara dibangun di BSD Tangerang
Pewarta: MulyanaEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026