Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Penyelenggaraan Internasional Indonesia Seafood & Meat Expo (IISM) & Indonesia Cold Chain Expo 2026 sebagai puncak inovasi dan kemajuan dalam lanskap produksi berupaya untuk mendorong penguatan kebutuhan pangan terintegrasi secara nasional.

Project Manager IISM (Internasional Indonesia Seafood and Meat Expo) & Indonesia Cold Chain Expo, Nely di Tangerang mengatakan bahwa gelaran pameran rantai dingin dan logistik edisi kali ini dilakukan sebagai momentum penting untuk membangun dan memperkuat ekosistem lengkap industri perikanan, pangan dan logistik dalam satu atap.

"Kita ada agriculture, itu khusus di persiapan mulai dari teknologi persiapan lahan, kemudian teknik untuk menanam, kemudian post harvest. Jadi, misalnya di Pulau Jawa di produksinya akan di-deliver ke Sumatera, ke Kalimantan, lain-lain. Itu membutuhkan teknologi yang namanya rantai pendingin atau logistik. Jadi kaitannya ketahanan pangan mulai dari hulu sampai hilir itu membutuhkan support teknologi yang bisa mendukung ketahanan pangan itu sendiri," jelas Nely saat ditemui di NICE Nusantara International Convention & Exhibition), PIK 2 Tangerang, Banten, Rabu.

Baca juga: DRT SHOW 2026 berakhir, wisata bahari Indonesia banjir harapan baru

Dalam hal ini, kata dia, pemeran rantai dingin ini mempertemukan pelaku usaha dari seluruh rantai pasok, mulai dari produsen bahan baku, industri pengolahan, penyedia teknologi dan solusi cold chain, hingga sektor distribusi, retail, dan hospitality sebagai pengguna akhir.

Dimana, lanjutnya, ini ditunjukkan sebagai menciptakan konektivitas yang lebih kuat antar pelaku industri, meningkatkan efisiensi distribusi, serta menjaga kualitas dan keamanan produk pangan dari hulu hingga ke konsumen akhir.

"Selain sebagai ajang pameran produk dan teknologi, kegiatan ini juga menjadi sarana strategis untuk memperluas jaringan bisnis, memperkenalkan inovasi terkini, serta membuka peluang kolaborasi lintas sektor di tingkat nasional maupun internasional," jelasnya.

Ia bilang, dari gelaran ini lebih dari 250 peserta dari dalam dan luar negeri hadir untuk kolaborasi dalam memperkuat pangan dan memberikan solusi rantai dingin menyeluruh dari hulu hingga hilir pada industri pangan.

Baca juga: Paramount Land beri promo eksklusif produk unggulan di pameran properti

Kendati demikian, dengan keterlibatan sektor retail dan hospitality sebagai pengguna akhir semakin memperkuat integrasi ekosistem penguatan kebutuhan pangan nasional.

"Kurang lebih kita gabungan bersama dengan food itu lebih dari 250 perusahaan baik dalam dan luar negeri," tuturnya.

Selain menjadi ajang pameran teknologi dan solusi industri terkini, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai program pendukung seperti seminar industri, forum diskusi, serta sesi networking yang mempertemukan pelaku usaha, asosiasi, dan pemerintah dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Kemudian, pameran ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan bisnis yang telah terjalin, membangun kemitraan baru, serta mengeksplorasi peluang kolaborasi lintas sektor guna mendorong pertumbuhan industri yang berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

"Melalui penyelenggaraan ini, WAKENI menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem rantai pasok nasional yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat sektor perikanan dan pangan sebagai pilar utama ketahanan pangan Indonesia di masa depan," kaya dia.

Baca juga: DRT SHOW Indonesia 2026: sinergi sembilan organisasi lingkungan



Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026