Serang (ANTARA) - Sebanyak 100 peserta yang terdiri atas komunitas punk, preman, hingga pengamen jalanan mengikuti program Pesantren Marjinal Jalan Cahaya yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI di Kota Serang, Banten.
Perwakilan Baznas RI Fathiya Rahma dalam keterangannya di Serang, Senin, mengatakan kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Kebun Kebangsaan Serang ini bertujuan untuk memberikan penguatan identitas diri serta nilai-nilai akhlak bagi kelompok masyarakat marjinal.
Ia menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian Baznas dalam merangkul kelompok yang sering kali terabaikan secara sosial melalui pemanfaatan dana zakat.
"Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita di jalanan juga memiliki akses terhadap pembinaan mental dan spiritual. Ini adalah wujud kehadiran zakat bagi mereka," ujarnya.
Baca juga: Baznas berikan edukasi keagamaan untuk anak jalanan di Ciputat
Fathiya menambahkan bahwa Pesantren Marjinal ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang dilaksanakan secara serentak di 20 titik yang tersebar di 11 provinsi di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Al Washliyah Ustaz Taufiq Akbar memberikan pembekalan mengenai pentingnya transformasi spiritual sebagai modal utama untuk memperbaiki taraf hidup dan martabat sosial para peserta.
Sementara perwakilan Yayasan Syakirah Ramadhan, Evi, mengapresiasi suasana terbuka di Kebun Kebangsaan Serang yang dinilai sangat membantu peserta untuk merasa nyaman dan tidak merasa dihakimi selama mengikuti pembinaan.
Melalui program ini Baznas RI dan mitra kolaborasinya berharap para peserta dapat membangkitkan potensi diri dan memulai langkah baru yang lebih positif serta bermanfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.
Baca juga: Ramadhan, Disdikbud Kota Serang fokuskan belajar pada penguatan karakter
Pewarta: Desi Purnama SariEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026