Tangerang (ANTARA) - Forum komunikasi komunitas pengusaha dan regulator Soekarno-Hatta Trade Facilitation Committee (STFC) berkomitmen untuk menjaga stabilitas pertumbuhan arus ekspor dan impor nasional.
"Fundamental STFC itu adalah mempercepat arus barang yang keluar maupun masuk dari Soekarno-Hatta. Itu pasti harus kita jaga. Bagaimana STFC ini berperan langsung untuk membantu proses itu," kata Ketua Umum STFC periode 2025-2028, Andrianto Soedjarwo di Tangerang, Rabu.
Ia mengatakan, kehadiran Soekarno-Hatta Trade Facilitation Committee ini bisa menjadi fasilitator dan konsultan yang menampung aspirasi seluruh stakeholders, mulai dari pemain kargo dan logistik, bea cukai, aparat keamanan, maskapai penerbangan.
Baca juga: Barantin bongkar kasus ekspor sarang burung walet di Bandara Soetta
Kendati demikian, pihaknya pun meyakini bila keterlibatan STFC bisa membantu menjaga dan mempercepat arus barang yang keluar serta masuk secara nasional.
"Apabila ada regulasi-regulasi yang berpotensi untuk menghambat permasalahan ini tentunya adalah kami sebagai STFC untuk dapat menjembatani antara regulator dengan stakeholders agar proses ekspor barang, ekspor-impor ini menjadi tetap lancar," ujarnya.
Dia juga menjelaskan, berdirinya STFC sejak tahun 2004 ini ditujukan sebagai wadah yang memiliki misi untuk mempercepat arus barang, pengamanan pendapatan negara, dan meningkatkan potensi ekonomi.
Selain itu, STFC juga punya visi melestarikan sumber daya alam, lingkungan hidup, peninggalan sejarah, serta keamanan nasional dalam lalu lintas barang.
"STFC jadi jembatan ketika ada masalah dengan regulator atau ada sedikit diskusi yang perlu dibahas, maka STFC menjadi wadah untuk mereka berkomunikasi antar stakeholders," tutur dia.
Baca juga: Ribuan kontainer udang asal Indonesia boleh masuk Amerika
Dalam hal ini, Andrianto Soedjarwo secara resmi kembali terpilih sebagai Ketua Umum Soekarno-Hatta Trade Facilitation Committee (STFC) untuk masa bakti 2025–2028.
Pemilihan tersebut, dilaksanakan di salah satu hotel di Kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pada Rabu, dengan mekanisme suara yang mensyaratkan dukungan minimal dua pertiga dari total anggota.
Untuk kepemimpinan kali kedua ini, Andrianto menargetkan visibility, kolaborasi, dan manfaat nyata bagi anggota STFC.
Dimana, katanya, dirinya berkomitmen agar menjadikan STFC semakin dikenal luas, khususnya di kalangan pengusaha yang beroperasi di Bandara Internasional Soetta.
"Karena kami harus punya manfaat yang jelas untuk anggota, fungsinya masih jelas dan itu akan menjadi program jangka pendek saya," kata dia.
Baca juga: Perusahaan Timur Tengah minati ekspor rempah produksi Nekaboga
